Hukum & Kriminal

Dendam, Pembunuhan Bocah SD di Mojokerto Dilakukan dengan Sadis

Mojokerto (beritajatim.com) – Akibat dendam, aksi sadis dilakukan dua pelaku pembunuhan terhadap korban Ardio Wiliam Oktavianto (13), pelajar kelas 4 SDN Ketemas Dungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Korban dicekik, dibenturkan ke tembok jembatan dan dubur korban ditusuk dengan sebilah bambu.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, para pelaku sengaja menjemput korban saat korban bermain di halaman rumah, Rabu (29/1/2020) sekira pukul 19.30 WIB. “Sebelum kejadian, IS dan TS berencana balas dendam. Karena sudah kenal, korban diajak jalan-jalan dari rumah ke lokasi,” ungkapnya, Rabu (26/2/2020).

Masih kata Kapolresta, korban dibawa ke lokasi penemuan mayat di Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400, Petak 31 Hutan Kemlagi dengan menggunakan kendaraan roda dua Yamaha Jupiter. Dengan posisi kedua pelaku bergantian membonceng, sementara korban berada di tengah.

“Sampai di TKP, TS menanyai korban terkait pemukulan yang dilakukan korban terhadap adiknya. Pelaku yang marah mencekik leher korban kemudian dibenturkan di tembok pembatas jembatan. Korban sebelum didorong ke aliran sungai, sempat ditusuk menggunakan sebilah bambu pada bagian dubur,” katanya.

Kapolresta menjelaskan, korban yang jatuh ke tanah setelah kepala terbentur tembok jembatan kemudian oleh TS diinjak-injak hingga korban tak bergerak. TS menelungkupkan tubuh korban dan menarik celana korban hingga sobek kemudian memasukkan sebilah bambu ke dubur korban. Dibantu IS, korban dilempar ke bawah jembatan.

“Hasil visum dan keterangan pelaku, jika pelaku memasukkan sebilah bambu ke dubur korban jadi kabar sodomi selama ini dalam kasus ini, tidak benar. Namun motif kenapa pelaku memasukkan sebilah kayu ke dubur, masih didalami. Termasuk kabar penculikan, memang kedua pelaku sempat kehabisan bensin saat mengonceng pelaku,” jelasnya.

Kapolresta menjelaskan, jika lokasi penemuan mayat tersebut juga menjadi lokasi pembunuhan korban. Yakni di atas Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400, Petak 31 Hutan Kemlagi perbatasan Kecamatan Kemlagi dan Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

“Lokasi pembunuhan ya di atas jembatan. Namun apakah pembunuhan tersebut merupakan pembunuhan berencana masih perlu dilakukan pembuktian. Kasus ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut, namun untuk lokasi memang tidak asing bagi IS. IS sering kesana, paham dan warung sebelah kenal dengan IS. Beberapa hari sebelumnya, IS sempat pinjam helm,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar