Hukum & Kriminal

Dendam, Pelaku Pembunuhan Bocah SD di Mojokerto Adalah Kakak-beradik

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto didampingi Kasat Reskrim AKP Ade Warokka dan Kasubbag Humas Ipda Sukatmanto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dua pelaku pembunuhan terhadap Ardio Wiliam Oktavianto (13), pelajar kelas 4 SDN Ketemas Dungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto merupakan kakak-beradik. Kedua pelaku dendam karena adik pelaku dipukul oleh korban tiga hari sebelum kejadian.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, para pelaku merupakan empat bersaudara. “Pelaku atas nama TS (19) pelajar SMA dan IS (17) tidak sekolah. Keduanya merupakan kakak beradik. Mereka empat bersaudara, kedua pelaku merupakan anak kedua dan ketiga,” ungkapnya, Rabu (26/2/2020).

Masih kata Kapolresta, adik kedua pelaku, SS pernah dipukul oleh korban pada tanggal 26 Januari 2020 di sekolah. Adik kedua pelaku dengan korban sekolah di sekolah yang sama yakni di SDN Ketemas Dungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

“Motif dendam karena adik kedua pelaku dipukul korban sehingga menyebabkan kedua pelaku mencari korban kemudian terjadinya kekerasan menimbulkan meninggalnya korban. Yakni dengan cara mengajak korban jalan-jalan karena korban suka jalan-jalan dan mereka sudah saling kenal karena satu kampung,” katanya.

Kapolresta menambahkan, karena antara kedua pelaku dengan korban sudah kenal sehingga dimungkinkan tidak menyangka korban akan di bawa Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kedua pelaku dijerat Pasal 338 KUHP jo Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar