Hukum & Kriminal

Demokrat Minta Penindakan Kasus Korupsi Jasmas Surabaya Tidak Tebang Pilih

Surabaya (beritajatim.com) – Berlanjutnya penyidikan kasus korupsi dana hibah Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) DPRD Surabaya yang masih terus bergulir ditanggapi pula oleh Partai Demokrat. Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya pun menjadi salah satu tersangka yang sudah ditetapkan.

Legislator dari Partai Demokrat Herlina Harsono Njoto meminta pihak kejaksaan objektif dalam penyidikan. “Iya itu kewenangan kejaksaan jika ingin membuka kasus Jasmas lagi. Aku berharap kejaksaan dalam kasus Jasmas bisa melakukan penyidikan secara objektif,” kata Herlina.

Menurutnya, objektivitas penyidikan yang dimaksud adalah tidak tebang pilih. Seluruh pihak yang tersangkut serta terlibat dan menerima aliran dana dalam kasus itu harus ditindak tegas di mata hukum, termasuk di jajaran pejabat Pemkot Surabaya.

Keinginan Herlina ini turut senada dengan ungkapan Sekretaris DPC Gerindra Kota Surabaya, AH Thony. Ia berharap, semangat yang ada adalah tetap demi penegakan hukum.

“Tentunya kami mengapresiasi langkah Kejari yang terus mengusut kasus itu (Jasmas). Hanya saja, di jilid II ini jangan sampai semangatnya berubah. Misalnya, dari penegakan hukum menjadi kriminalisasi semata. Harus tetap demi penegakan hukum,” ujar Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, AH Thony, pada kesempatan berbeda.

Thony pun mengingatkan jajaran Kejaksaan agar berhati-hati dalam menangani kasus korupsi ini. Hal itu, menurutnya, karena legitimasi penegak hukum di mata masyarakat saat ini turut tengah dipertaruhkan. “Jangan sampai hukum itu menjadi tumpul kena brankas. Atau, karena orangnya berduit jadi bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” tegas Thony.

Sebagai informasi, enam orang tersangka yang telah ditetapkan dalam perkara ini adalah anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014 – 2019. Mereka yaitu Syaiful Aidy dari Partai Amanat Nasional (PAN), Dini Rijanti dan Ratih Retnowati (anggota dewan aktif), keduanya dari Partai Demokrat, serta Binti Rochmah dari Partai Golongan Rakyat (Golkar).

Kemudian Sugito dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), serta Aden Dharmawan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Meski demikian, penyidikan dugaan kasus korupsi dana Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya 2016 terus berlanjut.

Terbaru, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak memintai keterangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya periode 2014 – 2019, Armuji. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar