Hukum & Kriminal

Demo Polres Jombang, Aktivis Desak Pelaku Pencabulan Ditahan

Jombang (beritajatim.com) – Polres Jombang dedemo ratusan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual, Rabu (8/1/2020). Mereka mendesak agar polisi segera menangkap MSA, tersangka pencabulan asal Kecamatan Ploso.

Para aktivis menilai, Polres Jombang lamban dalam menangani kasus pencabulan dengan tersangka anak tokoh agama tersebut. Polisi hanya berputar-putar pada pemeriksaan saksi.

Begitu tiba di Polres Jombang, pendemo yang sebagian besar kaum perempuan ini membentangkan poster yang berisi tuntutan. “Kami meminta polisi segera menuntaskan kasus ini,” kata koordinator aksi, Palupi Pusporini.

Palupi mengatakan, pihaknya juga menolak segala upaya yang berkaitan dengan penangguhan penahanan terhadap MSA yang saat ini sudah berstatus sebagai tersangka.

“Berdasarkan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) yang sudah dikirim polres kalau nggak salah sejak November 2019, pelaku adalah pengajar di sebuah lembaga pendidikan. Kami minta pelaku segera ditahan,” ujarnya.

Unjuk rasa yang dilakukan para aktivis ini ditemui oleh Kapolres Jombang AKBP Boby P Tambunan. Kepada pendemo, Boby menyampaikan hasil perkembangan penyidikan kasus yang menjerat MSA selama ini. Bahkan, dia juga menegaskan, bahwa proses hukum tetap berjalan.

“Proses hukum akan tetap berjalan, dan pelaku sudah kami tetapkan tersangka, sudah kami lakukan pemanggilan yang pertama, selanjutnya kami layangkan pemanggilan kedua” terang Kapolres di hadapan para pendemo.

Seperti diberitakan, MSA dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap NA asal Jawa Tengah sekitar November 2019. NA disebut merupakan salah satu santri dari MSA.  Kasusnya hingga saat ini masih ditangani oleh Polres Jombang. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar