Hukum & Kriminal

Deklarasi Anti Narkoba, Polres Mojokerto Ultimatum Para Pengedar

'Deklarasi Kabupaten Mojokerto Anti Narkoba bersama Masyarakat Kita Berantas Narkoba' di aula salah satu universitas di Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto menggelar ‘Deklarasi Kabupaten Mojokerto Anti Narkoba bersama Masyarakat Kita Berantas Narkoba’ di aula salah satu universitas di Kabupaten Mojokerto. Aksi tersebut digelar dengan menggandeng, Kepala Desa (Kades), tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat serta seluruh pemuda untuk menggelorakan bersama-sama memberantas peredaran narkoba.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, bersama forkopimda dan stakeholder yang ada yaitu, Polres Mojokerto menggelar Deklarasi Anti Narkoba Kabupaten Mojokerto. “Tujuannya, upaya pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Mojokerto dengan mengandeng tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat serta seluruh pemuda,” ungkapnya, Jumat (25/9/2020).

Yakni untuk menggelorakan bersama-sama memberantas peredaran narkoba. Kapolres mengingatkan, bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 masih saja ditemukan dan jajaran Polres Mojokerto dilakukan pengungkapan kasus peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Mojokerto. Unsur Forkopimda dan masyarakat diharapkan bisa bersatu memerangi peredaran gelap narkoba.

“Dan mewujudkan Kabupaten Mojokerto bersih dari narkotika dan zat adiktif lainnya. Tindak lanjutnya setelah deklarasi ini, kita akan mempunyai agen-agen On Change kami di wilayah yang memberikan informasi pada Kepolisian, BNNK yang akan membentuk tim sebagai upaya preventif dan represif penegakan hukum agar bisa memberikan khususnya bandar narkoba,” katanya.

Kapolres menjelaskan, Polres Mojokerto memberikan ultimatum kepara pengedar narkoba jangan merusak generasi bangsa di Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, Polres Mojokerto tidak main-main untuk memproses para pengedar narkoba sampai memutus peredaran gelap narkotika khususnya di wilayah hukum Polres Mojokerto.

“Peredaran narkoba di kalangan pelajar di Kabupaten Mojokerto masih ada, kerawanan yang disinilah. Sehingga kita menggandeng para pemuda dan juga pelajar untuk dapat bersama-sama memberikan informasi kepada kita terkait peredaran narkoba. Kita berkolaborasi bersama BNNK secara masif untuk mensosialisasikan tentang bahaya narkoba di kalangan pelajar sehingga kita bersama-sama dapat memutuskan peredaran narkoba,” tegasnya.

Kapolres menyebut, peredaran narkoba di Kabupaten Mojokerto cukup tinggi. Di sejumlah wilayah dapat dimasuki peredaran narkoba dan objek wisata yang menjadi kerawanan sehingga dalam kondisi pandemi Covid-19, Polres Mojokerto akan berjalan selaras untuk pemberantasan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Mojokerto.

Ratusan Kades di wilayah hukum Polres Mojokerto menjadi peserta dalam ‘Deklarasi Kabupaten Mojokerto Anti Narkoba bersama Masyarakat Kita Berantas Narkoba’. Tak hanya Kades, Kapolsek dan Danramil juga menjadi peserta. Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0815 Mojokerto, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNK) Mojokerto dan Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Mojokerto. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar