Hukum & Kriminal

Kasus Jasad Bayi Ditemukan di Kandang Ayam

Datangkan Psikolog untuk Periksa Kejiwaan si Ibu Bayi

YS (20) dilarikan ke rumah sakit pasca penemuan jasad bayi di kandang ayam. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Ponorogo tak kunjung menetapkan tersangka pada kasus penemuan jasad bayi dengan 29 luka Desa Bajang Kecamatan Mlarak Ponorogo. Petugas kesulitan dalam menggali keterangan dari si ibu dari bayi malang tersebut. Sebab, YS (20) sang ibu bayi tersebut belum bisa diajak komunikasi secara normal.

“Ketika kita tanya soal bayi tersebut, sang ibu selalu menangis. Kita kesusahan disitu,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP. Hendi Septiadi, Senin (4/1/2020).

Untuk itu, pihaknya butuh keterangan dari ahli psikologi terkait kondisi si ibu bayi. Rencana dalam waktu minggu-minggu ini, akan mendatangkan ahli psikologi dari Polda Jatim. “Kita kan juga butuh ahli untuk menetapkan tersangkanya, jadi tidak langsung main menetapkan tersangka,” katanya.

Hendi menyebut bahwa, hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa 5 saksi. Yakni, yang menemukan bayi, nenek yang tinggal serumah, nenek bayi, Ketua RT dan pacar si ibu bayi tersebut. Sementara itu, si YS ini sudah berada di rumah, setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit. “Kami juga akan didampingi ahli psikologi untuk pemeriksaan selanjutnya. Sebab selama ini saat diperiksa hanya menangis saja,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Ponorogo mendatangkan dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk melakukan otopsi di jasad bayi tersebut. Sebab, kematian bayi itu dinilai tidak wajar. Ada bekas luka lebam di tubuhnya.

Dari hasil sementara otopsi, diketahui bayi lahir normal, tidak ada cacat bawaan. Meski begitu, ditemukan ada kurang lebih 29 luka di bagian badan dan wajah. “Luka itu diduga disebabkan oleh pukulan dari benda tumpul dan benda tajam. Untuk sementara kami amankan barang buktinya kayu,” kata Kasat Reskrim AKP. Hendi Septiadi.

Namun, untuk penyebab kematian korban, dari hasil otopsi sementara karena adanya luka pada bagian mulut. Sehingga mengakibatkan tersumbatnya saluran pernafasan si bayi malang tersebut. “Luka di bagian mulutlah yang menyebabkan bayi itu meninggal dunia,” katanya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar