Hukum & Kriminal

Dari 175 Tersangka Narkoba, Tak Ada yang Status Bandar

Pamekasan (beritajatim.com) – Dari total sebanyak 175 orang tersangka kasus penyalahgunaan narkoba selama 2020 di kabupaten Pamekasan, tidak satupun tersangka dengan katagori bandar. Sebab seluruhnya merupakan tersangka dengan status pengedar dan pengguna.

Hal itu berdasar hasil konferensi pers yang dilakukan Polres Pamekasan di Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81, Selasa (29/12/2020). Dipimpin langsung Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar bersama Satreskoba AKP Bambang Hermanto dan sejumlah jajaran pejabat lainnya.

“Total tersangka kasus penyalahgunaan narkoba selama 2020 terdata sebanyak 175 orang, terdiri dari sebanyak 95 orang dengan status pengedar dan sebanyak 80 orang dengan status pengguna,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar.

Jumlah tersebut terdiri dari sebanyak 159 orang tersangka dengan jenis kelamin laki-laki, serta sebanyak 16 orang tersangka dengan jenis kelamin perempuan. “Rata-rata usia tersangka sekitar 25 tahun, pendidikan tingkat SMA dengan profesi swasta,” ungkapnya.

Kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Polres Pamekasan berhasil mengungkap sekaligus menangkap sebanyak 6 orang tersangka dengan status sebagai bandar dari total sebanyak 127 tersangka pada edisi 2019 lalu.

Sekalipun angka kasus penyalahgunaan kasus narkoba pada tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, dengan catatan naik sekitar 15,79 persen dibandingkan ungkap kasus serupa pada edisi 2019 lalu. “Angka kasus pada tahun ini terdata sebanyak 110 kasus, lebih tinggi 15 kasus dari sebelumnya dengan total sebanyak 95 kasus,” jelasnya.

Selain itu, jumlah tersangka dalam kasus tersebut juga mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai prosentase mencapai angka 37,80 persen. “Total tersangka pada 2019 tercatat sebanyak 127 orang, sedangkan tahun ini sebanyak 175 orang,” sambung Pak Apip.

“Tidak hanya untuk angka kasus maupun tersangka penyalahgunaan narkoba, peningkatan serupa juga terdapat pada jenis barang bukti yang berhasil diamankan petugas. Seberat 157,13 gram sabu dan sebanyak 120 butir pil ekstasi pada 2019, naik menjadi seberat 180,61 gram sabu dan sebanyak 632 butir pil ekstasi pada 2020,” jelasnya.

Sementara untuk lokasi pengungkapan maupun penangkapan tersebar di berbagai titik berbeda, seperti di tempat umum, jalan umum, pemukiman, rumah kos, terminal, caffe, hotel, perkantoran hingga Lembaga Pemasyarakatan alias Lapas. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar