Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Dapat Remisi Kemerdekaan, 11 Napi Lapas Klas IIB Mojokerto Langsung Bebas

Sebanyak 11 narapidana Lapas Klas IIB Mojokerto yang mendapat remisi dan langsung bebas langsung sujud syukur. [Foto : misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 231 orang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto mendapatkan remisi (pengurangan masa tahanan) pada peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74. Sebanyak 11 orang narapidana lainnya langsung bebas.

Secara simbolis, Plt Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto memberikan surat keterangan remisi kepada 11 orang narapidana yang mendapatkan remisi dan langsung bebas saat upacara peringatan HUT RI ke 74 di halaman Lapas. Setelah mendapatkan surat keterangan remisi, mereka langsung sujud syukur.

Plt Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto, Tendi Kustandi mengatakan, pelaksanaan remisi sudah diserahkan secara simbolis oleh Gubenur Jawa Timur di Lapas I Surabaya pada, Jumat (16/8/2019) kemarin. “Dan hari ini, kita laksanakan di Lapas Klas IIB Mojokerto,” ungkapnya.

Masih kata Tendi, yang mendapatkan remisi peringatan HUT RI ke 74 ada sebanyak 231 orang narapidana dan sebanyak 11 orang narapidana lainnya langsung bebas. Remisi mulai dari satu hingga enam bulan dan terbanyak yang mendapatkan remisi yakni tahanan kasus tindak pidana umum.

“Untuk yang bebas itu, 5 orang narapidana kasus narkoba, 5 orang narapidana kasus pencurian dan 1 orang narapidana kasus perjudian. Remisi diberikan sesuai dengan UU Pemasyarakatan dan ketentuan yang ada yakni remisi diberikan kepada narapidana yang sudah menjalani pidana minimal 6 bulan,” katanya.

Secara simbolis, Plt Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto memberikan surat keterangan remisi kepada 11 orang narapidana. [Foto : misti/beritajatim]
Selain itu, narapidana yang mendapatkan remisi juga mereka yang berkelakuan baik dan tidak melanggar tata tertib yang ada di dalam lapas. Remisi merupakan hak napi, namun ada tahapan, kelakuan, sosialisasi dan kegiatan di dalam juga menjadi pertimbangan.

“Kita juga meminta pertimbangan ke pihak lain seperti Kejaksaan, yang bersangkutan apa ada tindak pidana lain atau tidak. Semua kembali ke manusianya, kita tidak bisa menjamin tapi kita berikan hak mereka. Untuk kondisi Lapas, sudah over kapasitas. Dari 334 sekarang 734,” tegasnya.

Salah satu narapidana yang mendapatkan remisi langsung bebas, Supriyadi (47) warga Desa Pakuwon, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. “Saya terjerat kasus narkoba, kena 4 tahun 3 bulan. Saya banding dan kasasi menang jadi 2 tahun 2 bulan,” jelasnya.

Setelah mengurus Pembebasan Bersyarat (PB), bapak satu anak ini mendapatkan remisi enam bulan dan remisi bulanan mendapatkan dua bulan sehingga total enam bulan. Dengan diterimanya remisi enam bulan tersebut, ia dinyatakan langsung bebas.

“Seneng banget, jadi orang baik-baik kasihan anak, istri, orang tua. Saya pemakai (narkoba, red), ditemukan ada BB sisa sabu dan pipet, alat hisap, korek api dan HP. Saya pakai 8 bulan karena stres saat itu ditinggal istri tanpa kabar, pergi bawa anak,” jelasnya.

Menurutnya, jika sudah menggunakan narkoba akan ada ketergantungan. Namun semua kembali ke manusianya. Ia mengaku tidak ada ketergantungan karena selama menjalani hukuman di Lapas Klas IIB Mojokerto, Supriyadi yang sebelumnya bekerja sebagai security ini tidak pernah menyentuh barang haram itu lagi. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar