Hukum & Kriminal

Dandim 0820 Probolinggo Kaget Program RATILAHU Ditolak Kades karena Alasan Politis

Probolinggo (beritajatim.com) – Kodim 0820 Probolinggo memastikan program dan proses pembangunan rumah tinggal layak huni (RUTILAHU) bagi warga kurang beruntung di kawasan Probolinggo terus berlanjut.

Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol. Inf. Imam Wibowo, menyatakan, untuk memudahkan program tersebut, Kodim 0820 Probolinggo, melibatkan seluruh komponen masyarakat dimana lokasi RUTILAHU dilaksanakan.

“Kita pastikan kegiatan RUTILAHU jalan terus. Saya jaminannya. Perintah saya jelas kepada Ndanramil. Pihak desa hanya bersifat memberi masukan saja. Sehingga kendala yang ada di lapangan bisa diminimalisir,” katanya, Rabu (20/11/2019).

Kepastian tegas itu disampaikan pihak Kodim 0820 Probolinggo, karena sebelumnya program RUTILAHU di Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, sempat ditolak Suhairul, kades setempat.

Kabar beredar, penolakan program RATILAHU itu karena alasan politis. Yakni soal dukung-mendukung saat proses pilkades berlangsung di desa setempat. Sumber di lapangan menyebutkan, penerima manfaat bedah rumah bukan pendukung Kades Suhairul.

Tak hanya menolak, Kades Suhairul, bahkan meminta material yang sebelumnya sudah disiapkan di lokasi rehab, diangkut kembali ke Kodim 0820 Probolinggo.

Pasiintel Kodim 0820 Bagus Handoko, saat dijumpai di lokasi rumah yang hendak dibedah mengungkapkan jika program terus berlanjut sesuai perintah Dandim Imam Wibowo. “Jadi tetap kita laksanakan. TNI ga ada urusan politik. Harusnya pak kades senang ada warganya dibantu. Bukan malah ditolak,” sambung Bagus Handoko. “Secepatnya proses bedah rumah untuk dua warga penerima manfaat kita laksanakan,” tutup dia.

Terpisah Kades Suhairul Halim, menyatakan tidak pernah berniat menggagalkan perbaikan rumah warganya. “Saat jalan-jalan saya terkejut melihat tumpukan material di rumah warga saya. Katanya dapat program bedah rumah dari Kodim. Karena tempuk, akhirnya kami minta dialihkan ke warga yang lain,” katanya. “Memang kami tidak tahu. Karena ya saya agak ndak enak masa Babinsanya tidak koordinasi dengan saya,” tutup dia.

Dikonfirmasi terpisah, Babinsa desa setempat, Slamet, menyatakan, sejak awal penentuan bedah rumah sudah melibatkan pihak terkait. “Saya bahkan melibatkan pak kampung sampai pak RT,” katanya.

Untuk diketahui, program RUTILAHU Komandan Kodim 0820 Probolinggo, kali ini dilaksanakan di RT/RW 03, Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Pasangan suami-istri (Pasutri) penerima manfaat yakni Kusnadi dengan Sipa serta pasangan Sunan dan Misrini (60).

Rumah tinggal Misrini dan Sipa, seluruh dindingnya masih terbuat dari gedek (kulit bambu yang dianyam). Tanpa jandela, juga tanpa ubin alias lantainya masih tanah. “Alhamdulillah, rumah saya yang kumuh dan jelek akhirnya direhab Pak Tentara,” ujar Musrini. [eko/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar