Hukum & Kriminal

Diduga Menambang Secara Ilegal

CV Adhi Djojo Kediri Adukan Bagus ke Polda Jatim

Kediri (beritajatim.com) – Konflik pertambangan antara CV Adhi Djojo Kediri dengan Bagus Setyo (BS) meruncing. Pihak perusahaan tambang pasir dan batu (sirtu) tersebut akhirnya mengadukan Bagus dan kawan-kawannya ke Polda Jatim.

Pelapor adalah Direktur CV Adhi Djojo Kediri, Mohammad Khabibi warga Desa Damarwulan Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Khabibi memberikan kuasa kepada Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Imam Mohklas, SH, MH dan Rekan.


Berdasarkan surat aduan tanggal 12 Juli 2019 itu ditujukan langsung ke Kapolda Jatim. Isinya tentang dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin. Surat aduan disampaikan langsung ke Polda Jatim, Selasa (16/7/2019) kemarin.

“Kami sudah bertemu dengan Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim. Beliau memberi atensi dan akan menindak lanjuti laporan kami,” kata Imam Mohklas, SH, MH.

Pihak pengadu menyerahkan bukti-bukti kepada kepolisian tentang adanya aktivitas penambangan yang diduga ilegal yang dilakukan oleh Bagus di Dusun Jember, Desa Pare Lor, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Bukti tersebut meliputi, surat pernyataan dari teradu, dokumentasi kegiatan tambang dan adanya pekerja-pekerja dari kegiatan eksplorasi tersebut.

Masih Imam Mohklas, aktivitas penambangan yang diduga ilegal tersebut dilakukan oleh BS di kawasan tambang resmi milik pengadu CV. Adhi Djojo. Kegiatan tersebut sudah berlangsung, sejak 8 Juli 2019 lalu.

Pihak CV Adhi Djojo Kediri terpaksa melayangkan aduan langsung ke Polda Jatim, karena ada indikasi pembiaran dari aparat penegak hukum setempat. Menurut Imam Mohklas, kegiatan pertambangan yang tidak berizin melanggar ketentuan pasal 158 dan pasal 160 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral Dan Batu Bara.

Sementara itu, Bagus mengakui melakukan kegiatan penambangan di yang kawasan dimaksud tersebut. Alasannya, Bagus mengaku, sebagai donatur dari Ismiarso, selaku pihak yang melakukan kerjasama penambangan dengan CV Adhi Djojo Kediri. Bagus juga mempersilahkan Mohammad Khabibi, selaku Direktur CV Adhi Djojo melaporkannya ke kepolisian.

“Mengingatkan kita di dunia cuma mampir. Keadilan ada pada Allah swt. Kalau keadilan dari manusia bisa dibuat. Ingatlah kondisi awal sebelum perijinan kita urus. Punya apa dan bagaimana CV Adhi Djojo. Bila saat ini memiliki izin tambang dan tambang yang bisa dieksploitasi. Dari mana datangnya uang tersebut. Apa uang tiba-tiba turun dari langit,” jawabnya.

Untuk diketahui, CV Adhi Djojo Kediri merupakan perusahaan tambang yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP) berdasarkan surat Keputusan Gubernur Jatim tentang Izin Usaha Produksi Usaha Pertambangan Nomor : P2T/61/15.02/VII/2017 tanggal 12 Juli 2017 di Desa Pare Lor, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur dengan kode wilayah 22 35 06 5 40 2017 004 seluas 20,34 hektar. [nng/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar