Hukum & Kriminal

Curi Start Balapan Jadi Motif Penusukan di Arena Balap Liar By Pass Juanda

Sidoarjo (beritajatim.com) – Motif penusukan di area balapan liar By Pass Juanda karena ada perselisihan antara Racing Club GMS Waru dengan Racing Club RJM dari Surabaya. Pembalap dari kelompok pelaku Racing Club GMS Waru diduga mencuri start dan merasa memenangkan balap liar tersebut. Namun, tim lawan dari Racing Club RJM merasa tidak fair karena mendahului start.

Uang taruhan sebesar Rp 3 juta, oleh Racing Club GMS, tidak diberikan. Akhinya para pelaku bikin ricuh, dengan mengeluarkan senjata tajam dan melakukan penusukan disertai pembacokan dan melukai korban Jerry hingga meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Waru.

Selain kelompok Racing Club GMS melakukan penusukan, diantara mereka juga ada yang membacok dan melukai punggung Catur Nanang hingga korban dilarikan ke RS Bunda Tambakrejo Kec. Waru.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung mengatakan pasca kejadian anggota Reskrim Polsek Sedati dibantu
Unit Resmob Polresta Sidoarjo, menyelidiki dan berhasil menangkap tiga orang, yakni Anindito alias Ambon, Kevin alias Gundul, dan Hadi Alias Bodeng di wilayah Waru.

“Pelaku utama bernama Ibrahim alias Datuk, dua hari kemudian berhasil ditangkap di daerah Wedoro Waru, dan pelaku Adi asal Medokan Semampir berhasil ditangkap di daerah Sumber Manjing Wetan Malang. Satu pelaku berinisial AN kimi masih daftar pencarian orang (DPO),” katanya Kamis (9/7/2020).

Deny menjelaskan, selain melakukan pengeroyokan, para pelaku juga membawa kabur dua unit motor, yang ditinggalkan penonton. Sehingga para pelaku ini dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 170 ayat 2 ke 2 dan ke 3 KUHP, tentang pengeroyokan sampai korban meninggal dunia. “Pelaku juga terancam tambahan Pasal 365 ayat 2 ke 2 dan ke 3 KUHP. Para pelaku ini dijerat dengan pasal berlapis, tentang pengeroyokan dan curas,” tegas dia.

Lanjut Wakapolresta, dari perkara tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti sebuah jaket warna hitam bertuliskan “bloods” milik tersangka, sebuah jaket warna hitam milik korban, yang masih ada bekas darah. “Satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih Nopol L 5018 RO, dua buah sajam jenis mandau dan rantai besi juga kami sita. Barang-barang ini adalah bukti dari kejahatan mereka,” pungkasnya. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar