Hukum & Kriminal

Curi Motor Orang Tua Sendiri, Pemuda Ini Insaf dan Cium Kaki Ibunya

Malang (beritajatim.com) – Seorang pencuri kendaraan bermotor tak kuasa menahan tangis saat bersimpuh di kaki ibu kandungnya. Pelaku berinisial QI (24), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini, mengaku kapok dan insaf ketika dipertemukan dengan pelapor alias orang tuanyanya sendiri di Mapolres Malang, Senin (8/2/2021).

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar yang mempertemukan satu keluarga itu pun berharap, QI tidak lagi mengulangi perbuatannya. Sebagai anak kandung, QI diharapkan bisa menjadi contoh keluarganya dan tidak lagi berbuat pidana seperti mencuri harta milik keluarganya sendiri.

“Ini adalah satu kasus pencurian dalam keluarga. Dimana QI kami tangkap atas laporan dari keluarganya yang kehilangan motor beserta BPKB. Setelah kami lakukan penyelidikan, tersangka kita amankan dan ternyata anak kandung dari pelapor itu sendiri,” ungkap Hendri Umar, Senin (8/2/2021).

Kronologis kejadian ini bermula pada bulan November 2020 lalu. Dimana pelapor, mengaku kehilangan motor dan BPKB. Setelah dilakukan penyelidikan, pihaknya berhasil menangkap QI. Dari hasil pemeriksaan, hasil mencuri motor milik orang tuanya sendiri ia habiskan untuk bermain judi online. QI juga kerap bersikap kasar dan semena-mena pada orang tuanya.

“Sebelumnya kami mengancam tersangka dengan pasal 367 pasal 2 KUHP. Tersangka yang dikenai pasal ini bisa bebas dengan syarat ada pencabutan laporan dari terlapor,” papar Hendri.

“Kala itu, ibu Nuryati (Ibu kandung QI-red) melaporkan tindak pencurian kepada Polres Malang. Kemudian setelah kami selidiki ternyata anaknya sendiri yang melakukan pencurian itu,” tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, Polres Malang akhirnya menggunakan pendekatan restorative justice alias lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku, karena pelaku merupakan anak kandungnya Nuryati. “Kami berusaha membujuk pelapor (Nuryati) untuk memaafkan dan mencabut laporan untuk anaknya sendiri,” bebernya.

“Akhirnya Si Ibu mau mencabut laporannya. Dan hari inilah kami serahkan langsung tersangka kepada ibunya,” pungkas Hendri.

Sementara itu, Nuryati mengatakan sudah memaafkan perbuatan yang dilakukan anaknya. “Saya sudah memaafkan anak saya. Kedepannya semoga menjadi lebih baik, taat kepada agama, dan berbakti kepada orang tua,” ucap Nuryati sembari menahan tangis.

Terpisah, QI pun terlihat berurai air mata usai bersimpuh di kaki ibu kandungnya, QI berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Ia pun menyesal sudah melakukan pencurian dan bersikap kasar pada ibu kandungnya. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar