Hukum & Kriminal

Sindikat Curanmor Antar Kota Diringkus

Curi Motor di Ponorogo, ‘Dibuang’ ke Wonogiri

Salah satu pelaku curanmor di Ponorogo yang berhasil ditangkap

Ponorogo (beritajatim.com) – Pencurian sepeda motor (curanmor) Honda Beat putih di Ponorogo pada Senin (11/2/2019) mulai menemui titik terang. Sepeda tersebut ditemukan di wilayah Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

“Tertangkap di Wonogiri, kedua pelaku merupakan sindikat pencurian kendaraan bermotor di wilayah karesidenan Madiun,” terang Kapolsek Babadan, AKP Sukamto, Rabu (13/2/2019).

Kedua pelaku adalah Muladi (33) warga Kecamatan Colomandu, Kabupaten Karanganyar dan Adi Ari Wibowo (29) warga Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sukamto menceritakan kronologis penangkapan kedua pelaku tersebut.

Awalnya Sat Lantas Polres Wonogiri mengadakan razia di Kecamatan Ngadirojo. Pelaku yang saat itu mengendarai motor curian malah tancap gas saat akan diberhentikan. Polisi kemudian melakukan pengejaran.

Setelah tertangkap, pelaku tidak bisa menunjukkan STNK maupun SIM. “Dicek di Samsat, ternyata nomor polisi AD 3783 QU yang ada di motor pelaku tidak terbaca. Setelah ditelusuri motor tersebut merupakan hasil curian di Magetan,” katanya.

Kemudian polisi menggelandang pelaku ke kos-kosannya. Ditempat tersebut ditemukan juga Honda Beat, yang dari keterangan pelaku merupakan hasil curiannya di Ponorogo. “Saat ini kedua pelaku masih diproses di Magetan. Nanti setelah selesai baru diproses di Ponorogo,” katanya.

Sebelumnya diberitakan terjadi pencurian sepeda honda beat warna putih milik Sinta Amelia (38), warga Kelurahan Kertosari No. 83 Babadan, pada Senin (11/2/2019). Saat itu sepeda motor Honda Beat warna putih yang baru saja diparkir di halaman rumah oleh putri sulung korban, Shelly Arina (23).

Shelly kemudian masuk rumah memberikan makanan untuk ibunya di dapur. Selang beberapa menit kemudian terdengar suara sepeda motor dihidupkan. Saat mereka kedepan sepeda motor itu sudah tidak ada. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar