Hukum & Kriminal

Curi Kotak Amal Musholla di Bungah Gresik, Warga Malang Babak Belur Dihajar Massa

Gresik (beritajatim.com) – Prasetyo (44) pelaku pencurian kota amal musholla di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Gresik hanya bisa meringis kesakitan usai wajahnya babak belur karena kepergok warga.

Pemuda asal Arjosari Malang itu, selain menahan rasa sakit. Pelaku juga malu karena dipertontonkan ke warga sebelum akhirnya diserahkan ke pihak berwajib.

Kasus pencurian kotak amal ini bermula, saat pelaku Prasetyo gerak-geriknya mencurigakan sewaktu memasuki musholla. Di dalam musholla pelaku sudah diawasi oleh Marzuki warga asal Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Gresik. “Sewaktu saya berangkat ke musholla persiapan buat adzan kok ada orang mencurigakan,” tuturnya, Senin (8/02/2021).

Sewaktu masuk ke musholla, takmir masjid itu melihat pelaku sedang menggendong tas ransel lalu keluar terburu-buru. “Saat saya tanya lah kok langsung berjalan cepat sambil mengendap-ngendap,” paparnya.

Merasa curiga Marzuki bergegas memeriksa keadaaan. Dirinya terkejut ketika melihat kotak amal dalam keadaan terbuka. “Uang kotak amal yang ada di dalamnya juga sudah kosong,” ungkapnya.

Spontan Marzuki berteriak meminta tolong ke warga lain. Pelaku kabur mengendarai sepeda motor kearah selatan. Warga sekitar yang terbangun pun berbegas mengejar pelaku. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung sampai ke Jalan Raya Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar. Motor Honda Supra W 2924 JJ yang dikendarai pelaku terpleset lalu terjatuh.

Kesempatan itulah yang dimanfaatkan warga menghajar pelaku hingga babak belur. Kedua tangan pelaku diikat lalu dilaporkan ke Polsek Bungah. “Saat kami menerima laporan masuk, kami langsung datang ke lokasi mengamankan pelaku,” ujar Kapolsek Bungah AKP Sujiran melalui Kanit Reskrim Aipda Dwi Rahmanto.

Dihadapan petugas, pelaku mengaku telah mengambil uang dengan cara mencongkel gembok kotak amal dengan obeng. “Alat tersebut sudah disiapkan sebelumnya. Uang hasil curian kemudian dimasukan ke dalam tas ransel,” imbuh Sujiran.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa uang Rp 1.723.000, terdiri dari pecahan uang kertas dan koin. Kemudian, dua buah obeng dan satu handphone serta sepeda motor pelaku. “Tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. Motif ekonomi, dari pengakuannya baru sekali. Tentu penyelidikan lebih lanjut akan kami lakukan,” tandasnya. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar