Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Cerita Tersangka Penusukan di PT BMI Tahu Istrinya Selingkuh, Kemana-mana HP-nya Disembunyikan

Tersangka saat dikeler petugas kepolisian.

Surabaya (beritajatim.com) – Ribut Winarko (41) warga Sambikerep telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian dalam kasus penusukan di PT BMI, Jalan Margomulyo, Rabu (02/11/2022) kemarin. Dalam ceritanya, Ribut yang mengaku telah menikah selama 3 tahun dengan korban mengatakan curiga kepada korban lantaran istri sahnya sering menyembunyikan handphone dari dirinya.

Diwawancarai Beritajatim di Polsek Tandes, Ribut mengatakan jika beberapa waktu lalu ia mendapati istrinya memiliki hubungan dengan pria lain dengan cara mengecek handphone istrinya ketika tidur. Seketika perasaan di hatinya berkecamuk, antara sedih, marah dan tidak percaya jika istri yang ia sayangi mengkhianatinya.

“Kemana-mana selalu bawa handphone. Ke Kamar mandi pun bawa handphone seperti ada yang disembunyikan,” ujar Ribut, Kamis (03/11/2022).


Ia lantas dengan suara bergetar menceritakan kejadian pada hari Rabu (02/11/2022) tepat ia menusuk istrinya sendiri. Saat itu, ia mendapati istrinya baru datang di tempat parkiran PT BMI. Ia melihat jelas istrinya membawa bekal rantangan nasi dan baju yang ia duga akan diberikan kepada selingkuhan istrinya.

“Saya sempat nanya, apa bener udah mau pisah ? Terus dijawab istri saya kalo dia memang sudah punya keputusan berpisah. Saat itu saya emosi,” imbuh Ribut.

Ribut kembali menghela nafas, dari balik maskernya, terdengar suara isak tangis penyesalan. Ia melanjutkan cerita, saat itu ia langsung mengambil pisau untuk memfillet ikan yang ada di sekitar lokasi. Ia langsung menusuk istrinya.

“Istri saya sempat meronta, terjadi gelut terus ada asahan pisau itu saya pukulkan ke kepala hingga dipisah oleh karyawan dan security,” sesalnya.

Ia lantas membenarkan motif kasus penusukan ini yang diungkap oleh pihak kepolisian. Ia kesal diselingkuhi dan tidak bisa menerima jika istrinya memilih pria lain. Ia menyesal, tangisnya pecah saat ditanya apakah ada pesan untuk istrinya. “Saya minta maaf. Saya masih mencintai istri saya. Saya siap dihukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatan saya,” sembari menangis.

Usai pertanyaan terakhir, ia langsung dibawa oleh petugas kepolisian Polsek Tandes kembali ke sel tahanan. Tangisnya pecah, ia berteriak dan mengucapkan penyesalan kepada tuhan.

Kini, Ribut harus bersiap untuk menghabiskan masa hidupnya dipenjara karena ia terancam akan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang percobaan pembunuhan dengan ancaman 10 tahun penjara. (ang/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar