Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Cerita Mengharukan Istri dan Ibu Pembunuh Juragan Galon Surabaya

Nurhuda saat diperkenalkan di Polrestabes Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Polisi masih menyisakan PR untuk mengungkap tuntas kasus pembunuhan juragan galon di Manukan Tama Kota Surabaya yang terjadi Januari lalu. Berdasarkan keterangan yang dihimpun beritajatim, Nurhuda (31) hanya menjadi eksekutor atas perintah dan ancaman dari Andre yang merupakan bandar pil koplo di Probolinggo Kota.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Nurhuda lewat istrinya Mia Rosdiana (28) saat mereka bertemu di Polsek Tandes beberapa waktu silam. Ditemui Beritajatim di kawasan Wonorejo, Tandes, Rabu (23/02/2022), Mia yang sedang hamil 7 bulan menceritakan pengakuan suaminya terkait pembunuhan tersebut.

Mia mengatakan, suaminya mengenal Andre saat menjadi kepala toko sandal yang dikelola oleh Yuliana. Ia menjelaskan dari keterangan suaminya bahwa Andre adalah preman yang juga menjual pil koplo di daerah Probolinggo.


“Suami saya orang kepercayaan ce Yuliana, karena sudah lama ikut ce Yuliana di toko sandalnya. Mulai SMP sampai menikah sama saya ini. Waktu di Polsek (Tandes), cerita suami saya, kalo suami saya takut sama Andre karena preman dianya,” ujar Mia mengawali pembicaraan.

Hal tersebut langsung dibenarkan oleh Sulis yang merupakan ibunda Nurhuda. Sambil menahan tangis, Sulis menjelaskan anaknya pernah diancam dan dipaksa memberikan uang kepada Andre, saat menjadi kepala toko di Probolinggo. Bahkan, ketika Nurhuda menjadi kepala toko, Andre sempat mengancam akan mengacak-acak tokonya jika tak membeli pil koplo dari dirinya.

Selain itu, sebelum memutuskan resign dari toko sandal di Probolinggo, Nurhuda sempat bercerita kepada ibundanya yang berjualan nasi pecel tersebut bahwa ia sempat dibegal di Probolinggo saat membawa uang toko. Alhasil, saat itu Huda harus mengganti Rp 9 juta uang yang ia bawa karena ditagih oleh pemilik toko.

“Anak saya cerita sama saya banyak masalah disana, ia pernah dibobol tokonya karena awal-awal gak mau nurutin maunya Andre. Terus juga pernah dibegal preman disana, saya yang ganti uangnya karena diminta ganti oleh bosnya,” ujar Sulis dengan suara bergetar.

Ia pun menambahkan, dari keterangan Huda saat bertemu di kantor polisi, putranya yang memiliki kekurangan dalam berpikir tersebut bercerita kepada dirinya jika malam itu ia diancam dengan pistol jika tidak mau membunuh suami Yuliana yang merupakan mantan bos dari Huda. Huda yang lugu dan jujur menjawab tidak mau membunuh Yuliana dan suami karena merasa punya hutang budi.

Karena terus dipaksa dan takut dengan ancaman, Huda akhirnya memberi tahu bahwa Shinchuan adalah kerabat keluarga dari Yuliana dan suami yang merupakan target Andre.

“Kalo cerita anak saya, Andre ini mangkel karena anak saya resign dari toko sandal itu. Karena ia gak bisa dapat uang setoran dan kehilangan pembeli pil, sehingga Andre menyuruh anak saya membunuh Yuliana dan suami. Tapi anak saya gamau akhirnya Shinchuan yang dibunuh karena anak sudah tua,” tegas Sulis dengan rasa gelisah dan meneteskan air mata.

Kini, Sulis hanya bisa berharap Andre polisi segera menemukan Andre yang menjadi dalang pembunuhan dan sempat mencekoki anaknya dengan alkohol dan pil koplo. Ia mengakui bahwa anaknya bersalah dan pasrah agar anaknya bertanggungjawab.

“Sebelum eksekusi anak saya ngaku kalo dipaksa minum miras dan pil koplo biar berani sambil diancam. Saya pasrah. Salah apapun dia tetap anak saya. Biarkan dia bertanggungjawab. Saya ikhlas dan cuman bisa pasrah sama jalannya Allah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana saat dikonfirmasi terkait Andre yang merupakan bandar pil koplo di Probolinggo Kota, ia menjawab akan mendalami informasi tersebut.

“Nanti saya suruh tim untuk mengecek jika infonya begitu, terimakasih,” ujar Mirzal. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev