Hukum & Kriminal

Cerita Korban Penipuan Perumahan Murah, Bayar Lunas Belum Dapat Rumah

Agung Subiantoro menunjukan kwitansi pembayaran pembelian rumah. (Foto: Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Agung Subiantoro, salah satu korban penipuan perumahan murah angkat bicara, ikhwal awal dirinya mengetahui tentang perumahan murah itu. Dia tahu adanya perumahan murah di sosial media Facebook. Postingan iklan perumahan oleh oknum sang pengembang, Sarjito membuat Agung tertarik.

”Saya beli rumah yang tipe 45 dengan harga Rp 185 juta kepada Bapak Sarjito,” kata Agung, yang juga ikut lapor ke SPKT Polres Ponorogo, Senin (27/1/2020).

Seiring berjalannya waktu, obrolan Agung dan Sarjito menuju kesepakatan kerjasama. Mengetahui Agung yang mempunyai toko bangunan, Sarjito menawarkan dirinya sebagai pemasok bahan material untuk bangunan di perumahan tersebut. Karena kerjasama itu pula, Agung mendapat keringanan harga murah menjadi Rp 145 juta.

”Saya bayar lunas, dengan harga Rp 145 juta,” katanya.

Setelah pembayaran lunas, Agung dijanjikan Sarjito pembangunan akan selesai dalam waktu 4 bulan. Secara perhitungan, harusnya dibangun akhir tahun 2017 sampai bulan April 2018. Apesnya lagi pada bulan Februari 2018 lalu, Agung kembali membeli tanah kapling di perumahan itu dengan harga Rp 50 juta.

”Sampai saat ini orangnya menghilang, dan rumahnya sampai sekarang juga belum dibangun,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, ada 17 orang pembeli rumah di perumahan di Dukuh Punyut Desa Pelalangan Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo berbondong-bondong melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ponorogo. Pasalnya mereka merasa ditipu oleh Sarjito, oknum pengembang perumahan tersebut.

Ada yang sudah lunas dan rumah sudah jadi namun sertifikatnya belum keluar, ada yang sudah lunas, namun bangunan rumahnya masih pondasi. Malahan ada yang sudah bayar lunas dan belum juga kunjung dibangun sampai tenggat waktu yang ditentukan. Bahkan tanah yang belum terbangun ini, sekarang hanya ditumbuhi tumbuhan liar. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar