Hukum & Kriminal

Cerita Istri Tua Dokter di Jombang Dipolisikan Istri Muda

Istri muda dr Husnu, Ninik Pratiwi menunjukkan surat laporan dugaan pengeroyokan, Kamis (17/6/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Kerudung warna pink menghias kepala Ninik Pratiwi (41), sedangkan tubuhnya berbalut kaus hitam lengan panjang. Pada pergelangan tangan Ninik menempel arloji warna emas, sementara tangan kiri melingkar perhiasan berupa gelang.

Warga Perumahan Graha Yasmin, Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang, Jawa Timur ini kemudian menggulung kaus lengan panjang itu hingga batas lengan. Dia menunjukkan lengan kanannya yang lebam membiru. Menurut Ninik, luka lebam itu bekas dipukul oleh Anjarwati (43) dan dua anaknya.

“Saya dikeroyok di rumah Anjarwati pada Minggu kemarin. Ini lengan saya masih lebam. Ada enam titik di tubuh saya yang dipukul dan ditendang. Termasuk di bagin punggung, serta kaki sebelah kiri,” kata Ninik sembari memamerkan luka lebam yang dimaksud, Kamis (17/6/2021).

Ninik dan Anjawarwati adalah sama-sama istri siri dari dr Husnu Raji’in Sp.An (57). Anjarwati istri tua (kedua), Ninik istri muda (ketiga). Sedangkan istri pertama atau istri sah Husnu berada di Surabaya. Nah, sejak lama istri kedua dan ketiga ini terlibat perang dingin. Meski keduanya tinggal di rumah yang berbeda.

Puncaknya pada Minggu (13/6/2021) petang, Ninik dan anaknya yang berumur 10 tahun hendak ke rumah sang kakak yang ada di Desa Pandanwangi, Diwek. Dia melewati Jl Pattimura Gang III Jombang. Nah, saat itulah sang anak melihat Husnu berada di rumah istri kedua. Ninik tidak langsung berhenti, tapi tetap bergegas ke rumah kakaknya.

“Karena anak saya terus menanyakan bapaknya. Akhirnya saya kembali lagi ke Jl Pattimura. Kebetulan saat itu suami saya hendak masuk rumah. Kami sudah dua bulan tidak pernah bertemu. Anak saya ingin bertemu dengan bapaknya,” kata Ninik memulai kisahnya.

Dalam pertemuan itu, Ninik ingin membahas masalah keluarga. Termasuk membahas surat perjanjian kepengasuhan anak. Namun dokter spesialis anastesi ini menolak. Husnu tak mau lagi berbincara panjang lebar soal rumah tangga dengan Ninik.

Begitu Husnu masuk rumah, Ninik terus membuntuti. Dokter yang berdinas di RSUD Jombang hendak menutup pintu, akan tetapi ibu dua anak ini menerobos masuk. Perbincangan dengan Husnu yang awalnya landai berubah menjadi tinggi. Perang mulut tak bisa terelakaan. Husnu bergeming. Dia tidak mau meneken surat perjanjian pengasuhan anak.

Pada saat bersamaan, istri kedua Husnu, Anjarwati, muncul ke ruang tamu. Suasana semakin panas. Apalagi, lanjut Ninik, istri kedua Husnu juga ikut mengolok-olok anak Ninik. Cekcok antara Husnu, istri kedua, dan istri ketiga makin panas. Perang mulut berubah menjading perang fisik.

“Oleh Mbak Anjarwati, saya didorong hingga terjengkang. Kemudian ‘jleb’ saya ditonjokin, ditendang, dicakar. Suami saya juga ikut membantu mereka mendorong saya. Termasuk dua anak Mbak Anjar juga mengeroyok saya. Keduanya mahasiswi,” kata Anjar.

Keributan di rumah Anjarwati baru mereda ketika beberapa tetangga datang melerai. Perang fisik antara dua madu itu pun berhenti. “Saya kemudian pulang. Nah, pada Selasa (15/6/2021) saya melaporkan kasus pengeroyokan ini ke Polres Jombang,” kata Ninik sambil menunjukkan foto surat bukti laporan dari Polres Jombang.

Ninik mengungkapkan, dirinya dan Anjarwati sama-sama berstatus istri siri dari dr Husnu. Bahtera rumah tangga antara dirinya dengan dokter Husnu sudah 14 tahun. Dari pernikahan tersebut mereka dikarunia dua anak. Yang pertama usia 13 tahun dan kedua usia 10 tahun.

“Namun sejak dua bulan terakhir, kami tidak pernah bertemu. Pak Husnu tidak pernah lagi datang ke rumah. Padahal biasanya seminggu dua kali ke rumah. Sejak April, kami tidak lagi berkomunikasi. Tapi saya masih dinafkahi,” kata Ninik.

Istri Kedua Enggan Berkomentar

Istri ketiga dr Husnu, Ninik Pratiwi menunjukkan luka lebam di lengan kanannya

Dikonfirmasi melalui ponselnya, Anjarwati enggan berkomentar. Lewat pesan WA (WhatsApp), dia hanya mengatakan belum tahun soal adanya laporan Ninik ke polisi. Dia juga mengatakan bahwa belum ada panggilan dari polisi terhadap dirinya.

“Dilaporkan apa? Saya belum ada panggilan apa-apa. Tunggu nanti kalau saya sudah ada panggilan (dari polisi-red),” kata Anjarwati ketika dimintai komentar terkait dirinya dilaporkan oleh Ninik ke polisi.

Namun berbeda dengan Husnu. Dokter yang merupakan salah satu pemilik RSPMC (Rumah Sakit Pelengkap Medical Center) Jombang ini dengan tegas membantah tudingan tersebut. Namun demikian, Husnu tak membantah dirinya menyuruh Ninik pergi dari rumah di Jl Pattimura pada Minggu petang itu.

“Tidak ada pengeroyokan. Hanya saya suruh pergi. Tapi dia (Ninik) tidak mau. Dia malah mengajak saya, menyeret saya hingga kacamata ini lepas. Untung tidak pecah,” kata Husnu sembari menunjukkan kacamata yang bertengger di hidungnya.

Husnu juga membantah kalau istri keduanya dan dua anaknya mengeroyok Ninik. Menurutnya, yang terjadi hanya tarik-menarik. Bukan pemukulan, bukan penendangan, serta bukan pengeroyokan yang menyebabkan Ninik mengalami luka lebam.

“Luka lebam itu bukan karena pukulan. Tapi tarik-menarik antara keduanya. Ninik itu memakai sepatu berhak tinggi, mungkin dia terpeleset. Kalau tidak percaya, ada videonya. Tidak ada pemukulan, tidak ada pengeroyokan,” kata Husnu ketika ditemui terpisah.

Namun demikian, Husnu mengaku bahwa dirinya sudah dua bulan tidak pernah ke rumah Ninik. Bahkan ketika lebaran, keduanya juga tidak bertemu. Akan tetapi Husnu tetap memberikan nafkah rutin tiap bulan, termasuk memberikan uang untuk dua anaknya guna keperluan sekolah.

“Nah, maunya Ninik itu saya disuruh mengasuh anak setiap hari Selasa dan Jumat. Makanya saya disodori surat perjanjian hak pengasuhan anak. Tapi itu tidak mungkin. Bukannya saya tidak mau, saya tidak ada waktu,” kata dokter berparktik di RSUD Jombang dan RSPMC Jombang ini.

Terlepas dari itu semua, Husnu siap jika dipanggil Polres Jombang terkait laporan istri sirinya itu. “Kalau memang dipanggil polisi, saya siap,” lanjutnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan membenarkan adanya laporan dari Ninik. Yakni, laporan itu masuk pada Selasa (15/6/2021). Teguh tak berkomentar panjang. Dia hanya mengatakan bahwa kedua belah pihak belum dimintai keterangan. “Belum kita panggil. Penyidiknya masih cuti,” katanya singkat. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar