Hukum & Kriminal

Cemburu yang Salah Sasaran, Pelaku Pukul Karyawan Cafe dengan Kunci Inggris

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis kasus penganiayaan berujung pembunuhan karyawan cafe.

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi penganiayaan berujung pembunuhan yang menimpa karyawan cafe, Ananda Putra Wiyanto (18) dilakukan Mako Abrianto Kartika Yudha (20) karena cemburu. Pelaku yang mendapatkan informasi jika teman perempuan dilecehkan tersebut memukul kepala korban menggunakan kunci Inggris.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, aksi penganiayaan berujung pembunuhan karyawan cafe warga Desa Cempoko Limo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto tersebut terjadi setelah pelaku mendapatkan informasi dari teman perempuannya. “Modus kejadian ini dari masalah asmara,” ungkapnya, Senin (25/1/2021).

Pelaku mendapatkan informasi dari teman perempuan jika teman perempuannya tersebut diganggu oleh korban. Pelaku kemudian meminta diantar oleh temannya, MTR (16) ke rumah pemilik cafe di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, saat itu korban bersama teman perempuannya ada si rumah pemilik cafe.

“Karena saat itu, korban, saksi dan teman perempuannya ada di rumah pemilik cafe sehingga pelaku bersama satu temannya datang ke rumah pemilik cafe dan terjadi aksi penganiayaan. Pelaku memukul kepala korban menggunakan kunci inggris sebanyak tiga kali hingga menyebabkan korban mengalami pendarahan di bagian otak,” katanya.

Masih kata Kapolres, motif penganiayaan berujung meninggalnya korban karena korban cemburu namun belum mengecek kebenaran informasi tersebut. Pelaku tanpa mengecek kebenaran informasi tersebut langsung menganiaya korban menggunakan kunci inggris hingga menyebabkan korban koma delapan hari dan meninggal.


“Informasi yang tidak benar, jika si perempuan pacar tersangka dilecehkan korban dan sedang minum minuman keras tanpa mengecek kebenarannya siapa yang menggoda teman perempuannya tersebut. Karena teman perempuannya sulit dihubungi sehingga pelaku mendatangi korban karena pemikiran tersangka, teman perempuannya diganggu korban,” jelasnya.

Padahal, lanjut Kapolres, teman perempuannya pelaku belum menjelaskan secara detail diganggu oleh siapa. Akibat pemukulan tersebut mengakibatkan korban meninggal di RSUD Sidoarjo setelah sela delapan hari. Pemilik cafe dan teman perempuannya pelaku masih berstatus saksi dan proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Perempuannya, teman tersangka masih berstatus saksi dalam tahapan penyidikan. Sudah diamankan. Pelaku dua orang, yang diamankan tersangka utama dan satu masih mencari keterangan saksi. Karena saat aksi pemukulan, dari keterangan saksi dan MTR ikut. TKP penganiayaan di luar rumah pemilik cafe,” urainya.

Sementara itu, pelaku Mako Abrianto Kartika Yudha (20) mengaku, dihubungi teman perempuan jika disekap di dalam rumah dan mau dilecehkan sama teman-teman korban. “Saya datang sampai situ, V menangis ke saya dan bilang dia dijelek-jelekan dan terjadi pemukulan. Tidak menyebutkan nama, siapa yang melecehkan. Tidak kenal korban. V ikut minum, saya tidak tahu,” pungkasnya.

Akibat penganiayaan berujung meninggalnya karyawan cafe tersebut, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP atau Pasal 351 KUHP ayat (3) atau Pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Resep Nasi Aladin Khas Timur Tengah

Resep Sup Kikil, Gurih dan Empuk

Sup Ikan, Menu Berbuka Puasa Bergizi Tinggi