Hukum & Kriminal

Cemburu, Suami Bayar Orang untuk Keroyok Selingkuhan Istri

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung merilis kasus pengeroyokan. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang suami di Mojokerto diamankan anggota Team Resmob Satreskrim Polres Mojokerto, Kamis (16/1/2020). Pelaku yang cemburu terhadap istrinya membayar beberapa orang suruhan untuk melakukan aksi pengeroyokan terhadap korban hingga mengalami luka serius di bagian wajah dan punggung.

Korban, Muhammad Syahrul Hafid (19) warga Dusun Bendungan RT 03 RW 01, Desa Tempuran, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto dikeroyok dan disabet pedang oleh para pelaku. Akibatnya korban mengalami luka sobek pada bagian wajah dan punggung.

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, pelaku Ahmad Ali Mustofa (31) warga Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto cemburu terhadap korban. “Pelaku membayar orang sebesar Rp1 juta untuk menganiaya korban,” ungkapnya, Jumat (17/1/2020).

Masih kata Kapolres, pelaku meminta bantuan enam orang, dua di antaranya perempuan. Modus yang digunakan dengan cara memancing korban keluar, namun di Jalan Raya Goa Gembyang Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto sudah menunggu empat orang bayaran pelaku.

“Korban mengalami luka serius di bagian pipi sebelah kanan dan punggung sebelah kanan akibat sabetan pedang dari para pelaku dan harus menjalani perawatan di RS. Para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan,” katanya.

Sementara itu, Kanit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto, IPDA Prima Andre Rinaldo Azhar menambahkan, aksi pengeroyokan tersebut terjadi pada, Kamis (11/10/2019) sekira pukul 23.30 WIB. “Dua pelaku masih buron, satu pelaku perempuan (Y) dan satu pelaku laki-laki (T),” jelasnya.

Masih kata Kanit, modusnya para pelaku dengan cara memancing korban keluar yang dilakukan dua pelaku perempuan (satu pelaku perempuan DPO). Setelah berhasil mengajak keluar ke Mojosari, dua pelaku meminta diantar pulang namun di lokasi kejadian dihadang pelaku lainnya.

“Pelaku Nur Hasan melakukan pembacokan ke arah wajah korban. Korban yang berhasil kabur ke arah barat dikejar para pelaku dan membacakan bagian punggung korban sehingga korban berteriak. Teriakan korban terdengar oleh warga sehingga para pelaku kabur,” urainya.

Sementara, lanjut Kanit, para pelaku berhasil diamankan pada, Kamis (16/1/2020) sekira pukul 01.00 WIB. Dari keterangan para pelaku diketahui jika, otak pengeroyokan yakni Ahmad Ali Mustofa cemburu terhadap korban karena istri pelaku menjalin hubungan asmara dengan korban.

“Korban sering japri istrinya sehingga pelaku dongkol dan cemburu. Aksi ini sudah direncanakan, mereka saling kenal. Pelaku dan istrinya saat ini, proses cerai setelah aksi pengeroyokan terhadap korban. Korban mengalami luka sabetan pedang pada wajah pipi sebelah kanan dan punggung sebelah kanan,” pungkasnya.

Lima pelaku yang diamankan tersebut antara lain, Ahmad Ali Mustofa (31) warga Dusun Mojokembang RT 008 RW 02, Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, Nur Hasan (36) warga Dusun Sekargadung RT 02 RW 01, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Wiwit Ariyanto (26) warga Dusun Sumbersono RT 02 RW 09, Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Hamzah Zainul Ma’arif (23) warga Dusun Wonokerto RT 01 RW 09, Desa Kertosari, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Vina Octavia Dewi (21) warga Dusun Tanjungsari RT 01 RW 003, Desa Tanjung Kenongo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Barang bukti yang diamankan diantaranya, dua unit sepeda motor sebagai sarana pelaku melakukan tindak pidana, satu buah pedang.

Satu buah Handphone (HP) merk OPPO A37 warna pink, satu buah HP merk OPPO A1K warna hitam, dua buah HP merk Nokia warna hitam, satu buah HP merk Samsung warna pink, satu buah HP merk Wiko warna biru, satu buah pedang. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar