Hukum & Kriminal

Cemburu, Baskoro Aniaya Pria yang Bonceng Istrinya

Surabaya (beritajatim.com) – Baskoro Bangun bin Bambang Suryadi menjalani sidang perdana. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggraeni, SH dari Kejari Surabaya mendakwa Baskoro telah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan luka-luka berat, terhadap saksi korban Singgih Putranto.

“Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat (2) KUHP,” ujar JPU dalam dakwaannya.

Usai membacakan dakwaan, Jaksa Anggraeni juga menghadirkan tiga saksi dipersidangan , yakni, Saksi korban Singgih Putranto, saksi Putri Rahayu (istri terdakwa) dan saksi Kasiani ibu mertua terdakwa.

Saksi korban Singgih mengungkapkan bahwa awalnya dirinya mengajak putri istri terdakwa untuk menagih ke nasabah Koperasi, karena korban dan putri satu kantor di koperasi.

Melihat saksi korban dan Putri berboncengan, terdakwa Baskoro merasa cemburu. Dia tiba tiba menghajar saksi korban sampai babak belur.

“Saya tidak tahu sebabnya, kenapa terdakwa Baskoro naik pitam menghajar saya, Yang Mulia. Sedangkan saya dan Putri sama sama satu kantor,” ujar saksi Singgih.

“Saksi tahu gak kalau Putri itu istri orang dan anda bonceng sepeda motor,” tanya hakim.

“Saya tahu Putri sudah berumah tangga, tapi saya tidak tau kalau Putri istrinya Baskoro,” elak saksi.

Saksi berikut Putri yang menerangkan kalau dirinya dan korban tidak ada hubungan apa apa, cuma sebatas teman kerja. “Memang tipe suami saya tempramen, sering mukul KDRT, saat ini kami sudah tidak serumah, karena terdakwa sudah menalak saya,” ungkap putri.

Sampai perkara ini disidangkan belum ada permohonan maaf dari terdakwa, dan tidak adanya bantuan pengobatan terhadap korban.

Sidang dilanjutkan Rabu pekan depan dengan agenda saksi meringankan yaitu adik terdakwa menjadi saksi.

Diketahui, berawal pada hari Senin tanggal 30 November 2020 sekira pukul 15.30 saat saksi Putri Rahayu Ningtyas (istri terdakwa Baskoro Bangun bin Bambang Suryadi) bertemu saksi korban Singgih Putranto di warkop 86 Rungkut Lor Surabaya.

Saksi Putri Rahayu dibonceng saksi korban Singgih diajak menagih uang angsuran pada nasabah Koperasi. Tempat saksi korban bekerja di pasar Soponyono Rungkut.

Melihat hal tersebut suami saksi Putri tak lain terdakwa Baskoro merasa cemburu, mendatangi korban langsung memukul saksi korban tangan kosong berkali kali mengenai wajah dan kepala.

Sampai korban jatuh, terdakwa langsung menendang bagian kepala dan badan berkali kali dan menyeret korban sejauh 3 meter.Korban Singgih tidak sempat membalas, dan terdakwa melihat mulut korban mengeluarkan darah.

Korban Singgih mengalami luka berat, menderita luka bengkak di mata sebelah kiri dan retak pada tulang mata sebelah kiri serta retak pada tulang rahang dan menjalani rawat inap. [uci/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar