Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Cek Kasus Pencemaran Lingkungan, Kemenkumham Turun ke Jombang

Pertemuan antara Kanwil Kemenkumham Jatim dengan sejumlah OPD Pemkab Jombang, Rabu (1/12/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Dua kasus pencemaran lingkungan di Kabupaten Jombang menjadi perhatian khusus Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Timur (Jatim). Dua kasus itu masing-masing pencemaran oleh pabrik kertas PT MAG di Kecamatan Kesamben dan kasus limbah tahu di Kecamatan Jogoroto.

Oleh karena itu, Kemenkumham Jatim memanggil dinas terkait di lingkungan Pemkab Jombang untuk mengecek perkembangan dua kasus tersebut. Pertemuan dilakukan di salah satu rumah makan di Jombang, Rabu (1/12/2021).

OPD (organisasi perangkat daerah) yang hadir diantaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Bagian Kesra Pemkab Jombang, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jombang.

“Kedatangan kami ke Jombang untuk melakukan pemantauan dugaan adanya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terkait adanya kasus pencemaran lingkungan. Yakni di pabrik tahu dan PT MAG Jombang,” kata Kepala Divisi Pelayanan Hukum Dan HAM Kanwil Kemenkumham Jatim, Subianta Mandala.

Subianto menjelaskan bahwa salah satu hak dasar manusia adalah memperoleh lingkungan hidup yang sehat. Walhasil, dari dua kasus yang dipantau ini, sudah ada langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemda (Jombang) melalui dinas lingkungan hidup.

Terkait pencemaran lingkungan oleh pabrik tahu, menurut Subianta, pihaknya telah memberikan rekomendasi kepada Pemkab Jombang maupun kepada aparat penegak hukum setempat. “Pemerintah setempat kelihatannya sudah melakukan langkah konkrit, misalnya akan membuat IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Juga membuat pengolah limbah tersentralisir,” ungkapnya.

Subianta menegaskan, perlu dilakukan pendekatan bersama antara Pemkab Jombang dengan aparat penegak hukum kepada para pemilik industri tahu di Jombang. “Sedangkan yang di pabrik kertas PT MAG sudah ada sanksi administratif. Bahkan saat ini pabriknya sudah tutup,” ujarnya.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengendalian Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Jombang, Yuli Inayati mengatakan, pihaknya merespon positif atensi kasus pencemaran lingkungan di Jombang oleh Kanwil Kemenkumham Jatim. Karena hal tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi kebijakan.

“Jadi kami sudah menindaklanjuti apa yang menjadi rekomendasi Kemenkumham. Kemudian terkait dengan pemberitaan media yang juga dikonfirmasi kepada kami, alhamdulillah kami juga sudah menindaklanjuti dan sudah selesai kasusnya,” kata Yuli Inayati.

Untuk kasus pencemaran lingkungan yang dilakukan PT MAG Kesamben, Jombang, telah keluar sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Kemudian pihak PT MAG telah menyampaikan surat kepada DLH Kabupaten Jombang terkait respon atas sanksi yang diberikan.

“Memang untuk sementara mereka mengajukan penangguhan terlebih dulu. Dengan alasan pandemi, mereka menghentikan operasionalnya. Nanti kalau memang dalam perkembangannya kondisinya sudah normal, dia akan mencukupi semua apa yang menjadi ketentuan dalam sanksi administrasi tersebut,” jelas Yuli Inayati.

Yuli mengatakan, sebelum DLH menerima aduan terkait adanya pencemaran oleh PT MAG. Itu setelah adanya ikan-ikan yang mati di sungai. Selanjutnya, DLH Jombang melakukan pengawasan. Hasilnya diketahui bahwa PT MAG membuang limbah di luar titik yang ditentukan.

“PT MAG terbukti melakukan bypass pembuangan limbah. Artinya, mereka membuang limbah di luar titik yang ditentukan. Mereka membuang limbah cair ke sungai. Nah, ini salah satu yang kemudian membuat ikan mati. Hasil uji laboratorium memang ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu. Sekali lagi, itu yang membuat ikan mati,” pungkasnya. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati