Hukum & Kriminal

Cegah Masyarakat Mudik, Ini Yang Dilakukan Polda Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Wabah virus corona yang semakin meluas membuat pemerintah melarang masyarakat untuk mudik lebaran, dan Polda Jatim memiliki cara khusus untuk mendukung program pemerintah tersebut.

Direktorat lalu lintas Polda Jatim menyiapkan 190 chekpoint atau pos pemeriksaan yang tersebar di sejumlah titik di Jawa Timur. Nantinya, tiap personel di masing-masing pos bertugas mencegat para pemudik yang akan keluar masuk Jawa Timur.

Wadirlantas Polda Jatim AKBP Pranatul Hutajulu menyatakan, operasi ini ini akan digelar selama 37 hari dan dimulai Jumat pukul 00 dini hari sampai tanggal 31 Mei.

“Selain mendirikan pos keamanan dan pos pelayanan, Polda Jatim juga akan mendirikan chek point di delapan titik pintu masuk wilayah Jatim yaitu perbatasan arteri Jawa Tengah, Tuban, Bojonegoro, Jawa Tengah, Ngawi, Ponorogo, Pacitan dan perbatasan Jawa Tengah (Sragen),” ujar Wadirlantas.

Untuk mendukung kegiatan ini, Polda Jatim akan menerjunkan sebanyak 11.217 personil yang tersebar di 185 pos keamanan, 52 pos pelayanan dan 193 pos chek point. Para petugas ini akan berjaga secara bergantian di titik lokasi cek point untuk mencegat para pemudik yang akan keluar dan masuk wilayah Jawa Timur. “Petugas tidak akan melakukan penutupan jalan tetapi akan melakukan penyekatan dan pembatasan,” ujarnya.

Adapun tindakan yang dilakukan yaitu pemeriksaan dokumen perjalanan (physical distancing) dan pengukuran suhu tubuh pengguna jalan sesuai dengan protokol covid 19 bagi para pengemudi kendaraan yang sudah terlanjur berangkat mudik. Petugas bakal meminta mereka putar balik untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

“Selain cek point di pintu masuk utama, polda jatim juga akan mengawasi jalan-jalan tikus yang menghubungkan daerah lain ke Jawa Timur,” ujarnya. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar