Hukum & Kriminal

Catatan Kriminal Awal 2021 di Surabaya

Pelaku pencurian burung tertangkap kamera pengawas di rumah kawasan Gubeng, Surabaya, belum lama ini. [Foto/Istimewa]

Surabaya (beritajatim.com) – Meski dalam situasi pandemi Covid-19, namun kejahatan di Surabaya tetap saja marak di awal 2021. Sejak tanggal 1 hingga 10 Januari 2021, sudah ada 5 tindak kriminal. Diantaranya pencurian sepeda motor, pencurian burung, penipuan lowongan pekerjaan hingga penjambretan.

Dalam akun sosial media facebook milik Shifu Eka, dirinya memposting sebuah foto dan video pencurian burung. Shifu memberi iming-iming imbalan jika menemukan burung murainya itu.

“Selamat pagi, tolong loloskan pencuri burung murai di area gubeng sahid, sekitar -+ jam 3 pagi, ada imbalan inbox aja trimakasih,” katanya dalam status facebook yang menuang tanggapan 67 komentar dan 65 kali dibagikan.

Selain pencurian burung, aksi penipuan dan atau penggelapan mobil juga terjadi di Surabaya. Berdalih meminjam mobil, pelaku justru meminjamnya berhari-hari hingga tak kunjung kembali. Avid Saputra dalam akun Facebooknya memposting dugaan kasus penggelapan mobil Avanza jenis G Nopol L 1392 BB.

Dalam status yang ia posting pada Minggu (10/1/2021) sekitar pukul 10.00 WIB, korban menjelaskan kronologi dugaan penggelapan tersebut. Korban juga sudah melaporkan kejadian ini ke Mapolda Jawa Timur dan hingga kini masih dalam proses penyelidikan. “Mohon Info saya kehilangan Mobil Avanza G , Warna Putih, Cover Jok Berwarna Merah , Plat L 1391 BB,” tulisanya.

“Kronologi Mobil dipinjam mulai tanggal 21 Desember 2020, alasan untuk menjemput teman di salah satu Hotel Surabaya, sampai sekarang mobil masih belum kembali. Pihak kami sudah Melaporkan Ke Polda Dan Masih Proses Pencarian Tersangka , Bila Teman2 Mengetahui Keberadaan Mobil Tersebut Tolong HUB : 085101774299. Nama Tersangka: ALDI BRAMA SAPUTRA itu Foto Tersangka Dan Mobilnya,” catat Avid dalam status yang sudah menuai 268 komentar dan 2 kali dibagikan ini.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Akhyar menjelaskan, masa pandemi berdampak pada prekonomian warga. Segala hal tindak kriminal bisa saja akan ditempuh oleh para pelaku kejahatan. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan ekstra hati-hati. Terlebih jika kendaraan dipinjam oleh orang yang baru dikenal atau siapa saja.

“Kendaraan digelapkan banyak, bahkan pelaku penggelapan bisa saja dari saudara sendiri. Oleh karena itu lebih baik masyarakat hati-hati jika meminjamkan kendaraan ke orang lain,” katanya kepada beritajatim.com.

Sementara mengantisipasi kasus pencurian, lanjut Kompol Akhyar, jika motor parkir, menyimpan burung dan sepeda haruslah seaman mungkin. Bahkan kalau perlu diberi pengaman tambahan supaya bisa meminimalisir pencurian. Sebab, para pelaku tak akan mencuri jika tidak ada kesempatan.

Terlebih jika penipuan dunia kerja, jangan sampai terkecoh dan tertipu dengan iming-iming mudah. Tak ada dunia kerja yang meminta imbalan untuk kerja. Oleh sebab itu, kehati-hatian ini perlu dilakukan masyarakat dan jangan sungkan untuk melapor ke polisi. Supaya bisa segera mungkin ditindak.

“Perlu kehati-hatian dan seleksi. Sebab kewaspadaan dan jaga diri itu penting. Maka jangan mudah kena imbalan mudah, murah atau cepat. Sebab itu bisa terindikasi kasus penipuan,” tandasnya. [man/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk