Hukum & Kriminal

Cari Ikan Pakai Cantrang, Kapal Lamongan Ditangkap Nelayan Masalembu Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Kapal nelayan ‘Putri Selina’ asal Paciran, Kabupaten Lamongan, ditangkap nelayan Pulau/ Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep. Penangkapan kapal dengan 15 anak buah kapal (ABK) itu karena mereka diduga mencari ikan di wilayah perairan laut Masalembu dengan menggunakan alat tangkap jenis cantrang. Kasus tersebut saat ini, sudah dalam penanganan aparat Polsek Masalembu.

Sekretaris Persatuan Nelayan Masalembu, Muh Zehri memaparkan, nelayan setempat mendapatkan informasi bahwa ada kapal cantrang di laut Masalembu. Karena itu, nelayan setempat berniat melakukan operasi ke tengah laut.

Kapal nelayan Lamongan yang menggunakan cantrang (foto: ist)

“Kami kemudian berkoordinasi dengan Polsek Masalembu dan KPLP Masalembu untuk operasi itu. Ada empat perahu nelayan yang digunakan untuk operasi kapal cantrang,” katanya, Minggu (28/03/2021).

Sesampai di tengah laut, empat perahu nelayan tersebut melihat ada kapal cantrang ‘Putri Selina’ yang sedang menarik jaringnya di sekitar 8 – 9 mil Tenggara Masalembu. Saat kapal cantrang tersebut didekati oleh perahu nelayan, Kapten kapal dan seluruh anak buah kapal tersebut sangat kooperatif ketika diajak dialog oleh nelayan Masalembu.

“Setelah berdialog, kami mengajak kapten kapal untuk ke dermaga Masalembu. Setelah sampai di dermaga, kami menyerahkan para ABK kapal cantrang itu ke Polsek Masalembu,” ujarnya.

Menurut Zehri, nelayan Masalembu menolak penggunaan cantrang untuk menangkap ikan, sekaligus menolak Permen KP No 59 Tahun 2020.

“Kalau penggunaan cantrang terus dibiarkan, kami khawatir akan sering menimbulkan konflik sosial antara nelayan kecil dengan nelayan cantrang,” ucapnya.

Sementara Kapolsek Masalembu, Iptu Sudjarwo membenarkan adanya penangkapan kapal ‘Putri Selina’ oleh nelayan Masalembu. Langkah awal yang akan dilakukan pihaknya yakni pemeriksaan pada lokasi atau Global Positioning System (GPS) kapal dengan jarak bibir pantai yang menjadi sasaran penangkapan ikan.

“Untuk menindaklanjuti kasus ini, kami juga butuh berkoordinasi dengan dinas kelautan dan perikanan,” terangnya. [tem/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar