Hukum & Kriminal

Cabai Dicat, Polresta Banyuwangi Libatkan BPOM

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kasus cabai rawit diduga dicat telah masuk ke tindakan pendalaman. Polresta Banyuwangi yang menangani kasus ini mulai mengambil tindakan serius.

Pihak polisi telah memanggil sejumlah saksi, baik dari perekam dan pengunggah video di sosial media, pedagang sayur keliling dan petani. Kini, Polresta Banyuwangi juga telah mengirimkan sampel sisa cabai rawit yang diduga dicat ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

“Hari ini kita sudah kirim sampel cabai rawit ke BPOM. Ini dilakukan untuk meneliti apakah ada kandungan cat dari cabai rawit yang direkam hingga viral di media sosial itu,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin, Senin (22/3/2021).

Kapolresta Arman menyebut, sampel yang dikirim berupa cabai rawit yang masih utuh dan sisa cairan oranye. Termasuk wajan penggorengan yang digunakan oleh Suryati.

“Barangnya tentunya cabai rawit ya sama cairan itu,” katanya.

Sehingga, kata Kapolresta, pihaknya akan menunggu hasil dari pengujian tersebut. Hasil itu menentukan pihak polisi untuk mengambil langkah selanjutnya.

“Jika hasilnya keluar, kita bisa menentukan langkah selanjutnya,” katanya.

Arman menyebut, kasus ini perlu penyelidikan yang cukup detail. Sehingga pihaknya tetap berhati-hati dalam mengambil tindakan.

“Kita tak ingin gegabah dalam kasus ini. Makanya kita sangat berhati-hati dalam menangani kasus ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, cabai rawit diduga diberi pewarna atau dicat viral melalui unggahan video di sosial media. Dalam video tersebut menyebutkan adanya kejadian cabai digoreng warnanya tiba-tiba berubah menjadi oranye. (rin/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar