Hukum & Kriminal

Bupati Mojokerto Diperiksa Lagi KPK

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Pungkasiadi untuk kali kedua memenuhi panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa. Pung (sapaan akrab, red) mengaku dipanggil kembali hanya diminta memberikan tanda tangannya.

Pung yang mengenakan batik hitam bermotif lengkap dengan kopiah hitam mengaku diminta menanda tangani sebuah berkas pemeriksaan pada panggilan pertama, Rabu (29/1/2020) lalu.

“Saya kurang tanda tangan tiga saja, antrinya saja yang lama. Tanda tangan berita yang waktu itu awal pemeriksaan,” ungkapnya singkat, Kamis (20/2/2020).

Tak hanya Bupati Mojokerto, dalam pemeriksaan hari ketiga lembaga anti rasuah di Mojokerto tersebut, tim penyidik KPK juga memangil kembali ibu kandung MKP, Fatimah, orang dekat MKP hingga pejabat pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Seperti Kepala Badan Kepegawaian,  Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Susantoso.

Kepala Dinas Pertanian Teguh Gunarko, Kabag Hukum Pemkab Mojokerto Tatang, Camat Gedeg Tjatoer Edy Novianto, Kepala Desa (Kades) Terusan, Kecamatan Gedeg Eko Edi Sutarno dan adik ipar MKP Iwan.

Kades Terusan, Eko Edi Sutarno mengatakan, pemeriksaan terhadap dirinya terkait seputar pembelian empat bidang sawah yang masing-masing seluas sekira 3.300 m2 dengan perkiraan nilai jual per bidangnya Rp 500 juta-an. “Jadi diperkirakan total Rp 2 milliar untuk empat bidang sawah tadi,” katanya.

Masih kata Eko, proses penjualan sawah tersebut terjadi pada tahun 2015. Pemilik sawah menjual ke Abah Sumari, selanjutnya sawah tersebut dijual seseorang bernama Robert. Robert merupakan pembeli terakhir empat bidang sawah dan Pemerintah Desa hanya mengetahui saat proses penjualan dari petani ke Abah Sumari.

“Kalau yang ke Robert kita (pihak desa, red) tidak tahu. Untuk persisnya apa betul mengarah ke Pak MKP saya tidak tahu,” tegasnya.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar