Hukum & Kriminal

Mayat Bersimbah Darah di Jombang

Bunuh Penjual Nasi Bebek, Tukang Becak Terancam Hukuman Mati

Jombang (beritajatim.com) – Budiono (48), tukang becak asal Dusun Jatisari, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Jombang, terancam hukuman mati. Dia dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Budiono ditangkap polisi usai membunuh Achmad Dwi Antoko alias Antok (23), penjual nasi bebek yang beralamat di Jl Madura, Kelurahan Jombatan, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Antok tewas dengan enam luka tusuk di tubuhnya.

Kasus pembunuhan tersebut bermotif cinta segitiga. Budiono dan Antok memperebutkan PR (38), warga Kelurahan Jombatan. Saat ini PR sedang dimintai keterangan di Satreskrim Polres Jombang. “Keterlibatan perempuan tersebut masih kita dalami,” kata Kapolres Jombang AKBP Boby P Tambunan, Kamis (3/10/2019).

Boby menjelaskan, atas perbuatannya Budiono dijerat pasal 340 KUHP atau 338 KUHP dan 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan atau hukuman mati.

Boby melanjutkan, berdasarkan keterangan pelaku, dua hari sebelumnya dia sudah merencanakan menghabisi nyawa Antok. Sejak itu, Budiono sudah membawa pisau yang dia selipkan di balik baju.

Nah, ketika Rabu (2/10/2019) mengetahui korban berada di rumah PR, Budiono langsung menyusul. Di rumah itu keduanya terlibat duel seru yang berujung pada tewasnya Antok.

Sebelumnya, sosok mayat pria ditemukan bersimbah darah di tepi Jl Basuki Rahmat Jombang, Rabu (2/10/2019) sekitar pukul 10.00 WIB. Dia mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya. Belakangan diketahui korban adalah Achmad Dwi Antoko (23), warga Jl Madura Kelurahan Jombatan, Jombang. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar