Hukum & Kriminal

Bukan Penculikan, Polisi Sebut Anak yang Ditarik Masuk Mobil Suka Ikut Orang

Malang (beritajatim.com) – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Malang memastikan, beredarnya kabar dugaan penculikan anak yang terjadi di Dusun Druju, Desa Telogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, tidak benar.

“Kebenaran kejadian penculikan itu Hoax, kemarin siang (Senin 2/3/2020) anggota sudah melakukan kroscek serta melakukan pendalaman dilapangan dan menemukan fakta jika dugaan adanya pencurian anak tidaklah benar,” ungkap Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Selasa (3/3/2020).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun anggota Polres Malang, lanjut Andaru, kabar dugaan penculikan bocah yang bernama Toni tersebut, hendak diculik oleh kawanan orang yang diduga mengendarai mobil. Menurut saksi, mobil ditumpangi 7 orang pria dan 1 orang pria.

“Kami (anggota Satreskrim Polres Malang) sudah mendalami dilapangan, hasil koordinasi dengan perangkat desa dan beberapa saksi mata memastikan jika dugaan penculikan anak tidak ada atau tidak benar,” jelasnya.

Menurut Andaru, berdasarkan hasil penyelidikan petugas, Kepala Desa (Kades) Tlogorejo, Pagak, Tasuwi, ketika dimintai keterangan oleh petugas kepolisian mengatakan jika dirinya hanya mendapatkan informasi dugaan penculikan anak dari Kepala Dusun (Kasun) Druju.

“Informasinya memang ada warga yang melihat kejadian itu (dugaan penculikan), tapi itu dipastikan bukan penculikan. Dia (Toni) memang memiliki kebiasan ikut orang atau numpang kendaraan yang sedang melintas,” terangnya.

Belakangan diketahui, dugaan Toni yang sering ikut kendaraan orang yang melintas itu, dilakukan hampir setiap hari saat yang bersangkutan pergi main. Hal itulah yang membuat dirinya gemar ikut kepada siapa saja orang ataupun kendaraan yang melintas disekitar rumahnya. “Informasinya memang seperti itu (gemar ikut orang), saat ini si anak Toni sudah ada di rumah bersama orang tuanya,” ulasannya.

Lebih lanjut Andaru menjelaskan, dugaan kabar pemberitaan tidak benar tersebut, juga disampaikan oleh Atim selaku Kasun Druju. Dimana, dirinya sempat mendapat laporan dari orang tua Toni tentang adanya kabar burung tersebut. Namun, saat dipastikan dilapangan, ternyata Toni ada di rumah dan tidak ada warga setempat yang membenarkan adanya percobaan penculikan terhadap Toni.

“Kejadiannya itu pas malam hari, saat itu Toni sedang perjalanan pulang dari ngaji. Tapi pas mau ikut orang, dilarang oleh tetangganya yang mengira jika bocah itu hendak diculik,” ujarnya.

Meski demikian, tambah Andaru, pihaknya tetap menginstruksikan anggota Satreskrim Polres Malang dan Bhabinkamtibmas Polsek Pagak, untuk melakukan penyuluhan guna mengantisipasi adanya peluang tindak kejahatan. “Anggota dilapangan sudah melakukan penyuluhan dan pendekatan terhadap masyarakat di sekitar tempat tinggal TN agar tidak mudah termakan isu penculikan,” pungkasnya. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar