Hukum & Kriminal

Branch Manager Tirtasani Royal Resort Malang Jadi Tersangka Penggelapan

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda.

Malang (beritajatim.com) – Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, menangkap Branch Manager Development Tirtasani Royal Resort, berinisial SC (53), atas tuduhan kasus penggelapan dalam jabatan pada Minggu (5/8/2019) lalu. Warga Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, ditangkap dengan tuduhan penggelapan atas laporan pihak Tirtasani Royal Resort.

SC dibekuk saat berada di Jakarta. Polisi menangkapnya setelah ada penetapan sebagai tersangka. Setelah sebelumnya memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti.

“Dia (SC, red) ditangkap di sebuah kamar hotel di Jakarta. Saat itu, dia sedang berduaan dengan salah satu pengacaranya,” ujar salah satu penyidik Satreskrim Polres Malang, Selasa (6/8/2019).

Informasi yang diperoleh, SC dilaporkan penggelapan oleh Tirtasani Royal Resort ke Polres Malang. Laporannya pada pertengahan Juli 2019 lalu. Setelah penyelidikan dengan meminta keterangan saksi, pada 29 Juli akhirnya menetapkan SC sebagai tersangka. Baru Minggu (4/8/2019) ditangkap di Jakarta.

SC dilaporkan karena menggelapkan uang hasil penjualan rumah. Aksinya dilakukan bersama dengan tiga orang karyawan lainnya. Mereka berbagi tugas dalam aksi penggelapan. Namun otaknya, diduga adalah tersangka SC.

Modusnya adalah memasarkan rumah kepada calon pembeli. Kemudian memalsukan berkas penjualan serta kwitansi pembayaran. Mereka menjual dengan harga di atas ketentuan.

Setelah harga pembelian disepakati, pembeli kemudian diminta mentransfer uangnya ke rekening milik pelaku. Rekening yang digunakan adalah atas nama Tirtasani Royal Resort. Namun rekeningnya fiktif karena sebelumnya sudah dinonaktifkan oleh pihak Tirtasani.

“Setelah uang ditransfer, kemudian pelaku menyetorkan uang ke pihak Tirtasani Royal Resort tidak sesuai dengan yang diterima,” jelasnya.

Kasusnya terungkap setelah satu dari empat pelaku, berterus terang ke pihak Tirtasani Royal Resort. Pelaku ini menyampaikan bahwa diajak oleh SC. Dia juga telah mengembalikan uang yang digelapkan.

Atas pengakuan itu, pihak Tirtasani Royal Resort lantas melakukan audit. Hasilnya memang ada kerugian yang dialami. Nilainya sekitar Rp 4 miliar. Karena tidak terima, akhirnya dilaporkan ke Polres Malang.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, dikonfirmasi membenarkan. Bahkan, Adrian mengatakan bahwa SC sudah dilakukan penahanan. SC dijerat dengan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

“Kasusnya masih dalam penyidikan. Kami juga sedang mendalaminya lagi. Termasuk keterlibatan tiga karyawan lainnya,” pungkasnya. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar