Hukum & Kriminal

Klaim Penetapan Tersangka Tak Sah

Bos MeMiles Ajukan Praperadilan

Surabaya (beritajatim.com) – Kamal Tarachand Mirchandani atau yang biasa dipanggil Sanjay mengajukan praperadilan melalui kuasa hukumnya Ir Vidi Galenso Syarief, Selasa (5/5/2020).

Sesaat sebelum sidang digelar, Vidi menyatakan bahwa pengajuan praperadilan oleh kliennya ini lantaran penetapan tersangka maupun penahanan yang dilakukan penyidik tidak sah.

“Ada beberapa hal yang dilakukan penyidik yang tidak sesuai dengan KUHAP maupun putusan Mk. Nanti kita ikuti di persidangan terkait sah atau tidaknya proses selama penyidikan tersebut,” ujarnya.

Terkait berkas pokok pidana yang sudah dilimpahkan ke pengadilan dan akan disidangkan pada tanggal 11 Mei 2020 nanti pihaknya mengklaim bahwa hal itu hak hakim untuk menilai sebab praperadilan ini sudah dibuka persidangannya pada 27 April 2020 lalu namun termohon tidak datang.

Hal itu tentunya membuat pemohon kecewa namun pihaknya tidak berkesimpulan bahwa hal itu merupakan langkah termohon untuk mengulur sidang. “ Kalau orang yang paham hukum pasti akan mempunyai kesimpulan sendiri,” ujarnya.

Terkait bahwa perusahaan PT KAM And KAM yang tidak di bawah naungan OJK, Vildi membenarkan bahwa memang PT KAM And KAM tidak dalam pengawasan OJK. Namun dirinya mengaku tidak mau bicara banyak karena ini menyangkut dengan materi perkara.

Untuk diketahui, dalam kasus ini ada 8 publik figur yang telah diperiksa terkait dugaan keterlibatan di MeMiles. Mulai dari Eka Deli, Marcello Tahitoe atau Ello, Adjie Notonegoro, Pinkan Mambo, Tata Janeeta, hingga Cucu Mantan Presiden Soeharto Ari Sigit beserta istrnya Rika dan Regina.

Selain itu, tim penyidik Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim juga sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, yakni dua bos PT Kam and Kam, Kamal Taracan alias Sanjay (aktor intelektual) dan Suhanda, motivator sekaligus perekrut artis berinisial Martini Luisa alias Eva (Ahli Akupungtur), Tim IT MeMiles berinisial Prima Hendika dan Sri Wiwit selaku pengatur Reward.

Sedang barang bukti yang sudah diamankan uang sebanyak Rp128,1 miliar, 24 mobil dan aneka barang. Barang bukti mobil ini dijejer rapi di halaman gedung Tribrata Mapolda Jatim.

Kasus MeMiles yang digelar kepada awak media 3 Januari 2020 lalu ini, sekali lagi, mendapat perhatian anggota DPRI Komisi III. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar