Hukum & Kriminal

Perkara Korupsi Pasar Manggisan

Bos Kontraktor Divonis Bebas, Mantan Kadisperindag dan 2 Terdakwa Divonis Bersalah

Foto: Terdakwa Pasar Manggisan

Jember (beritajatim.com) – Empat terdakwa perkara korupsi Pasar Manggisan menerima vonis yang berbeda dari majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Surabaya, Selasa (15/9/2020). Hanya satu terdakwa yang divonis bebas.

Irawan Sugeng Widodo alias Dodik yang merupakan direktur PT Maksi Solusi Engineering, konsultan perencana Pasar Manggisan, diputus bebas dari dakwaan. Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember Anas Ma’ruf divonis empat tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider dua bulan penjara.

Edhy Sandy Abdur Rahman, rekanan pelaksana dari PT Dita Putri Waranawa, divonis enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 1.181.780.000. Jika uang pengganti ini tak terbayar, maka akan diganti dengan pidana tiga tahun penjara.

M. Fariz Nurhidayat, pegawai PT Maksi Solusi Engineering, divonis lima tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider dua bulan. Dia juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 90 juta. Jika tak terbayar, maka akan diganti dengan pidana satu tahun penjara.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember Setyo Adhi Wicaksono mengatakan, ada dissenting opinion atau perbedaan pendapat dalam pembacaan putusan majelis hakim. “Majelis hakim tidak bulat menyatakan bahwa terdakwa Irawan Sugeng Widodo tidak bersalah. Ada satu orang anggota majelis hakim yang menyatakan, bahwa Irawan Sugeng Widodo bersalah,” katanya.

Jaksa penuntut umum akan mempelajari salinan putusan resmi dari Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi. “Selanjutnya kami akan mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung, terkait putusan bebas Irawan Sugeng Widodo,” kata Setyo.

Jaksa sendiri menuntut Sugeng Irawan Widodo hukuman 7,5 tahun penjara. Jaksa juga menuntutnya mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 90.238.257 secara tanggung renteng dengan anak buahnya, Muhammad Fariz Nurhidayat yang juga dituntut hukuman 7,5 tahun penjara. “Ini karena ada hubungan kuat antara terdakwa Fariz dan Irawan Sugeng Widodo,” kata Setyo.

Menurut Setyo, Irawan Sugeng Widodo menyuruh Fariz mengurus proyek perencanaan dan pengawasan seluruh kegiatan di Jember. “Itu sudah kami buktikan di persidangan. Makanya kami juga sedikit terkejut terhadap keputusan hakim, karena hakim berpendapat lain dari fakta persidangan yang ada,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar