Hukum & Kriminal

Bos Bengkel Asal Pohjentrek Kabupaten Pasuruan Ditahan

Pasuruan (beritajatim.com) – Kasus dugaan penyerobotan tanah desa di Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan berujung jeruji besi. Tanah kas desa (TKD) dipakai menjadi bengkel mobil dengan atas nama Moch Romli warga Desa Parasrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.

Kepala Kejaksaan Negri Kabupaten Pasuruan, Ramdhanu Dwiyantoro menyatakan, penahanan inj dilakukan guna mencegah larinya tersangka. Juga mencegah guna pengamanan aset yang dimiliki

“Tersangka sudah menempati tanah negara, dan hasil bisnisnya masuk ke kantong sendiri. Tidak disetorkan kepada desa guna pemenuhan kas desa,” ujar Ramdhanu, Kamis (10/2/2022).

Penyidikan penyerobotan lahan milik desa ini sudah dilakukan sejak akhir 2021. Saat ini Kejari sedang menghitung kerugian negara.

“Saat ini kami sedang menghitung kerugian negaranya. Karena tanah seluas 9.000 meter persegi itu juga terdapat tanah milim PT KAI Daop 9 Jember,” sambungnya.

Saat ini tersangka dimasukkan dalam rutan Bangil selama 20 hari.

Sementara itu, Moch Romli yang keluar menggunakan rompi warna orange dari Kantor Kejari mengucapkan terima kasih kepada anggota Jaksa. Romli juga mengatakan bahwa penangkapan dirinya seperti setingan sandiwara cinta.

“Saya memiliki tanda bukti kepemilikan. Ini semua seperti setingan sandiwara cinta,” ujarnya saat digelandang menaiki mobil tahanan.

Romli juga mengataka, akan mengajukan praperadilan. “Saya akan mengupayakan prapradilan,” tutupnya.

Mengenai kasus penyerobotan tanah inj, Romli akan dikenai pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor. [ada/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar