Hukum & Kriminal

Bongkar Rumah Produksi Narkoba, BNNP Jatim Amankan 5 Kg Sabu

Barang bukti dan alat produksi narkoba diamankan petugas BNNP Jatim saat dilakukan gelar perkara, Senin (18/5/2020).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur membongkar praktik peredaran narkotika di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya, Minggu (17/5/2020) siang kemarin. Sementara itu dari pembongkaran praktik peredaran BNNP Jatim juga mengamankan empat orang.

Keempat pelaku tersebut terdiri dari dua pengedar yang ditangkap dalam sebuah hotel di kawasan Raya Pabean, Payan, Sedati, Sidoarjo bersama dua produsen sabu sekaligus. Mereka bertemu untuk melakukan transaksi sabu yang sudah dibawa oleh dua produsen bernama Dedik A. Manik (42) warga Mengkudu Blok M, Jakarta Utara dan Novin Adrian warga (36) warga Dusun Gowok, Kabupatrn Kendal.

“Dua pengedar itu adalah M Nasirin alias Cak Imin (31) warga Pagerjowo, Buduran, Sidoarjo dan (40) warga Pucangro, Lamongan. Saat tim pemberantasan BNNP Jatim bergerak, di dalam kamar hotel nomor 103 yang digunakan pertemuan keempat tersangka itu ditemukan sebanyak tujuh paket narkotika jenis sabu masing-masing berisi, 1030 gr, 1032 gr, 1033 gr, 1030 gr, 1032 gr, 107 gr dan 55 gr dengan total sebanyak 5,319 kilogram,” jelas Kepala BNNP Jatim, Brigjend Pol Bambang Priyambadha saat gelar perkara di kantor BNNP Jatim, Senin (18/5/2020).

Keempatnya pun diinterogasi hingga dua di antaranya mengakui memiliki sebuah home industri sabu di wilayah perumahan Graha Taman Pelangi C3, Semarang, Jawa Tengah. Brigjend Pol Bambang Priyambadha mengatakan, pengungkapan tersebut dilakukan tim pemberantasan setelah melakukan profiling dari informasi masyarakat. Selanjutnya petugas melakukan pengecekan home industri narkoba jenis sabu ini di Mijen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

“Informasi yang kita dapatkan awalnya di seputaran Sidoarjo itu sering dijadikan tempat transaksinya jaringan ini. Kemudian tim berantas BNNP jatim lakukan profiling dan penyelidikan hingga akhirnya kami temukan empat tersangka dalam sebuah kamar hotel di sekitar Sedati, Sidoarjo. Kemudian kita kembangkan ke home industri di Semarang dan benar ada praktik pembuatan sabu,” kata Bambang. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar