Hukum & Kriminal

Bongkar Jaringan Narkoba di Sumenep, Polisi Sita 10 ‘Pocket’ Berisi 27,2 Gram Sabu

Tersangka saat diamankan anggota Satreskoba Polres Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Salah satu jaringan Pengedar Narkoba di Sumenep berhasil dibongkar jajaran Satnarkoba Polres setempat. Empat tersangka pemasok barang haram itu pun diringkus.

Keempat tersangka itu masing-masing berinisial MK (20), AL (34), dan RH (20), ketiganya warga Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, kemudian TR (23), warga Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokabanah, Kabupaten Sampang.

“Tersangka MK dan AL diringkus di rumah yang ditempati AL di Sumenep, yakni di Desa Pangarangan. Sedangkan RH dan TR dibekuk di area Pelabuhan Ikan Nasional (PIN) di Desa/ Kecamatan Pasongsongan,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Kamis (30/01/2020).

Penangkapan terhadap para tersangka berawal dari informasi masyarakat, bahwa tersangka sering masuk ke Sumenep diduga untuk melakukan transaksi sabu. Anggota Satresnarkoba Polres Sumenep kemudian melakukan penyelidikan. Ketika mendapat informasi bahwa tersangka MK dan AL dari Pamekasa menuju Sumenep akan memasok sabu, petugas pun langsung menghadang. Saat tersangka MK dan AL berada di rumah AL, polisi langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan.

“Dalam penggeledahan itu, ditemukan barang bukti berupa 9 poket atau kantong plastik klip kecil berisi sabu di lantai ruang tamu. Berat keseluruhan 13,10 gram,” ungkap Widiarti.

Kedua tersangka mengakui bahwa 9 poket sabu itu miliknya. Mereka mengaku mendapat sabu itu dari RH dan TR. Petugas pun melakukan pengembangan dan tak berselang lama, berhasil menangkap RH dan TR.

“Saat kedua tersangka digeledah, ditemukan satu poket/kantong plastik klip ukuran sedang berisi sabu dengan berat kotor 14,11 gram,’ ujarnya.

Setelah ditunjukan, kedua tersangka mengakui bahwa sabu itu miliknya. Mereka juga mengakui kalau sebelumnya telah menjual sabu kepada MK dan AL.

“Keempat tersangka berikut barang buktinya diamankan di Satresnarkoba Polres Sumenep guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tegas Widiarti.

Para tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Subsider pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. [tem/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar