Hukum & Kriminal

Bocah SD Tewas Dibunuh di Mojokerto Adalah Atlet Lompat Jauh

Mojokerto (beritajatim.com) – Korban pembunuhan, Ardio Wiliam Oktavianto (13) merupakan atlet lompat jauh. Pelajar kelas VI SDN Katemasdungus di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen Kompetisi Olah Raga Siswa Nasional Sekolah Dasar (KOSN SD).

Anak tunggal dari pasangan suami-istri (pasutri), Iwan (36) dan Siti Aisyah (35) ini disiapkan pihak sekolah sejak tahun 2019 lalu untuk mengikuti turnamen KOSN SD. KOSN SD rutin digelar setiap tahun, korban sendiri mengikuti cabang olahraga (cabor) lompat jauh. Namun sebelum hal tersebut terwujud, korban ditemukan meninggal.

Korban ditemukan sudah menjadi mayat di bawah Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400, perbatasan Kecamatan Dawarblandong dengan Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto pada, Rabu (29/2/2020). Korban dibunuh dua tersangka, TS (19) dan IS (17) yang merupakan tetangga korban.

Guru olahraga SDN Ketemasdungus, Bambang Suriadi membenarkan hal tersebut. “Iya si Dio ini saya persiapkan untuk seleksi masuk cabor lompat jauh. Akhir Februari kemarin harusnya sudah seleksi karena peristiwa seperti ini mau bagaimana lagi, dia sudah tiada,” ungkapnya, Kamis (5/3/2020).

Masih kata Bambang, korban dinilai lebih berkompetensi di bidang olahraga dibandingkan akademik. Almarhum Dio (13) diketahui tidak naik kelas dua kali, dimana seharusnya korban sudah duduk di bangku kelas VI SD dengan usianya saat ini. Namun korban masih duduk di bangku kelas IV.

“Di akademik memang agak keterbelakangan, tapi bukan cacat mental, anaknya rajin. Lambat penerimaan pembelajarannya saja, potensinya lebih di atletik. Lebih di lompat jauh sehingga dia dipersiapkan untuk seleksi akhir Februari kemarin seharusnya, untuk mengikuti kompetisi KOSN SD,” katanya.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar