Hukum & Kriminal

Bobol Counter di Mojokerto, Pelaku Bawa 2 Laptop dan 10 HP

Counter Awadud Cell di area Kolam Segaran Dusun/Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kahupaten Mojokerto yang dibobol maling. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah counter Handphone (HP) yang berada di area Kolam Segaran Dusun Trowulan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kahupaten Mojokerto dibobol maling pada, Kamis (23/4/2020) pekan lalu. Pelaku berhasil mengambil dua buah laptop dan 10 unit HP.

Counter Awadud Cell tersebut milik Mahmuda Suwardi (40) warga Dusun Mejoyo, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Korban baru mengetahui counter miliknya dibobol maling sekitar pukul 09.30 WIB saat hendak membuka counter. Korban melihat ada bekas congkelan benda tumpul di pintu.

Setelah di cek, ternyata kondisi dalam counter sudah berantakan. Sejumlah HP dan laptop yang ada di etalase counter juga sudah raib dicuri maling. Modusnya pun seperti pelaku bobol pada umumnya. Berbekal alat pencongkel, pelaku merusak pintu konter untuk merangsek masuk. Korban pun melapor kejadian pencurian tersebut ke Polsek Trowulan.

Korban, Suwandi (40) mengatakan, akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp15 juta dari dua laptop dan 10 unit HP yang dicuri maling. “Sebelumnya, pencurian HP juga terjadi di warung Wader Wiwik. Di sebelah, itu malah kejadiannya siang hari. Itu baru ditinggal masuk sebentar sama pemiliknya,” ungkapnya, Selasa (28/4/2020).

Sebelumnya, pencurian juga terjadi di salah satu rumah di Dusun Ketapanrame, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Setidaknya uang tunai Rp40 juta dan tiga lempeng emas amblas dicuri komplotan pelaku dari rumah Wakiah. Pencurian kali pertama diketahui anaknya Lukman Hakim sekitar pukul 03.00 WIB.

Saksi baru pulang mengantar ibunya ke pasar dikejutkan dengan kondisi pintu rumah bagian musallah sudah terbuka. Saksi kemudian menghubungi korban untuk menanyakan apakah pintu sudah dikunci saat ditinggal ke pasar, namun korban mengatakan sudah mengunci pintu sebelum ke pasar diantar saksi.

Setelah dicek, uang Rp40 juta dan tiga keping emas berikut surat milik ibunya sudah tidak ada. Uang dan emas tersebut ditaruh di dalam almari musallah. Saksi kemudian mengecek ke dalam kamarnya dan mendapati sudah dalam kondisi acak-acakan. Uang Rp200 ribu yang ada di ranjang juga tak luput dari pencurian yang dilakukan komplotan pelaku.

Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Mojokerto, Ipda Ali Sadikin mengatakan, sejumlah kasus yang sudah masuk kepolisian sudah dalam penyelidikan petugas di lapangan. “Olah TKP sudah kami lakukan dan saat ini masih proses penyelidikan,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar