Hukum & Kriminal

BNNK Mojokerto Amankan Pengedar Sabu, Pelaku Mengaku Dikendalikan dari Dalam Lapas

Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi merilis dua pelaku penyalahgunaan narkoba. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dua pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu diamankan anggota Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Mojokerto dari dua tempat berbeda. Dari dua pelaku diamankan 19 paket sabu dengan berat 9 gram yang diedarkan di kalangan pelajar dan dikenali dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Pelaku pertama yang diamankan yakni Muchammad Adam Afrizal Mulyadi (21) warga Dusun Besuk, Desa Curah Malang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Pelaku diamankan di pinggir Jalan Raya Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto pada, Rabu (22/7/2020) sekira pukul 18.45 WIB.

Dari tangan pelaku diamankan, satu paket sabu kemasan plastik klip yang dibungkus tisu dimasukkan ke dalam bekas bungkus rokok seberat 3 gram, dua unit Handphone (HP) dan sepeda motor Yamaha Vixion nopol S 4228 RU. Di hari yang sama, sekitar pukul 20.30 WIB diamankan pelaku kedua.

Yakni Saputro Juliarso (25) alias Puput warga Dusun Kemasan, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Pelaku yang diamankan di pinggir Jalan Raya Trowulan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini kedapatan memiliki 18 paket sabu kemasan hemat dengan total 6 gram.

Sejumlah barang bukti juga diamankan dari pelaku kedua yakni, satu potongan sedotan warna hitam pengganti sendok, satu buah tas perhiasan warna hitam kombinasi biru, satu unit timbangan digital warna hitam model remote, satu unit HP warna silver, satu unit sepeda motor nopol S 4801 NT.

Tiga bandel plastik klip, satu buah tas kulit warna merah hati, satu unit timbangan digital warna silver merk Camry, satu buah gunting dan dua potongan sedotan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dan barang bukti dibawa ke kantor BNNK Mojokerto.

Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi mengatakan, penangkapan kedua pelaku berawal dari laporan ibu rumah tangga yang khawatir anak-anaknya yang terjerumus peredaran barang haram tersebut. “Banyak pelajar yang menyalahgunakan narkoba dan menjadi klien BNNK Mojokerto dalam rehabilitasi,” ungkapnya, Kamis (23/7/2020).

Anggota kemudian melakukan penyelidikkan dan berhasil menangkap kedua tersangka saat mengantar barang. Dari pengakuan kedua pelaku, keduanya mendapatkan narkotika golongan I tersebut dari dalam sebuah Lapas. Kedua pelaku tak saling mengenal, namun saat diamankan pelaku Adam hendak mengantar timbangan ke pelaku Puput.

“Bosnya memerintahkan dia (Adam) mengambil TB alias timbangan, kemudian mengantar TB ke TSK 2 (Puput). Antara TSK 1 dan TSK 2 tidak saling kenal, TsK 1 hanya disuruh antar timbangan. Sabu paket hemat tersebut dijual seharga Rp150 hingga Rp200 ribu ke kalangan pelajar,” katanya.

Sedangkan pelaku Adam memperoleh barang haram tersebut dari bandar seharga Rp3 juta per 3 gramnya dan dikemas dalam plastik klip. Pelaku Adam mengaku baru mengedarkan barang haram tersebut satu bulan. Namun pihaknya tak percaya begitu saja, ini lantaran pelaku Puput merupakan residivis.

“TSK 2 (Puput) pernah masuk Lapas karena kasus pil koplo dan baru keluar tahun 2017 lalu. TSK 2 kedapatan memiliki timbangan menyerupai kunci mobil, ini kaya kamuflase gitu. Jadi gak ketahuan ini timbangan tadinya, kita dapat pas dia pegang di tangannya,” tuturnya.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal lima tahun penjara. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar