Hukum & Kriminal

Bisnis Burung Walet, Ustad Haidar Ditipu Kolega Miliaran Rupiah

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai Dwi Purwoko kembali melanjutkan sidang dugaan penipuan bisnis sarang burung walet yang dia jalankan bersama Terdakwa Riadianto. Dalam sidang yang digelar di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, persidangan mengagendakan keterangan saksi korban yakni
Ustad Haidar Al Hamid.

Dalam keterangannya, saksi korban menyatakan awal mula kerjasama terdakwa dengan korban adalah terdakwa menawarkan usaha pencucian sarang burung wallet untuk kualitas expoprt dan sedang membutuhkan bahan baku sarang burung wallet.

Bahwa selanjutnya pada tanggal 27 September 2011 korban melakukan pengiriman sarang burung wallet ke terdakwa atas nama UD CAKRAWALA Jalan Villa Kalijudan Indah U-6 Sebanyak 150 Kg berdasarkan invoice pesanan dari UD CAKRAWALA Nomor 80176 tanggal 27 September 2011.

Bahwa pada saat itu terdakwa mengatakan akan melakukan pembayaran sarang burung wallet tersebut keesokan harinya dengan cara mentransfer.

“Namun pembayaran itu tidak pernah dilakukan terdakwa,” ujar saksi.

Saksi menyatakan bahwa Terdakwa pernah memberikan surat pernyataan bahwa akan membayar Rp 100 juta setiap bulannya. Namun faktanya tidak dilakukan.

“Pernah membayar ke saya Rp 25 juta tapi saya kembalikan karena janjinya dia kan mau bayar Rp 100 juta tiap bulannya, jadi ya saya kembalikan,” ujarnya.

Sementara terdakwa dalam persidangan mengakui bahwa dia memang belum melakukan pembayaran sama sekali dari Rp 1, 245 miliar dari sarang burung walet milik korban.

Usai sidang kuasa hukum korban yakni Andry Ermawan menyatakan bahwa tidak adanya itikad baik dari korban yang membuat kliennya membawa perkara ini ke ranah pidana. Dan sampai saat ini pihaknya masih menunggu itikad baik terdakwa untuk melakukan pembayaran.

“Yang penting ada itikad baik untuk melakukan pembayaran pada klien saya,” ujar Andry, Selasa (25/2/2020). [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar