Hukum & Kriminal

BI Kediri Sosialisasi Cikur dan Cara Memperlakukan Uang Rupiah pada Pelaku UMKM dan Guru Ekonomi

Kediri (beritajatim.com) – Adanya kecenderungan kualitas uang palsu yang semakin bagus, Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kediri menggelar sosialisasi ciri – ciri keaslian uang rupiah atau cikur kepada pelaku UMKM dan guru mata pelajaran. Sosialisasi ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memperlakukan uang rupiah dengan baik.

Sosialisasi cikur dan cara memperlakukan uang rupiah dengan benar ini berlangsung di Grand Panglima Resto Kediri. Kegiatan ini diikuti oleh 200 an undangan dari guru mata pelajaran ekonomi dan para pelaku UMKM Kota dan Kabupaten Kediri.

Ada dua narasumber dari Bank Indonesia Kediri dihadirkan antara lain, Ahmad Fauzi Batubara membawakan materi terkait cikur dan Siti Maulida terkait sistem pengawasan pembayaran berbasis qr code indonesia standard (QRIS), yang merupakan transformasi digital sistem pembayaran diberlakukan tahun ini.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Kediri, Nasrullah mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk membangun komunikasi dengan para stakeholder dalam memperlakukan uang rupiah dengan baik.
“Kami memberikan pemahaman dalam memperlakukan uang rupiah dengan baik. Apalagi belakangan ini, adanya kecenderungan uang palsu yang semakin bagus kualitasnya,” kata Nasrullah.

Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM mendapatkan wawasan tentang cara mengenali keaslian uang rupiah dan memperlakukan uang dengan baik. Semenatra itu, kepada para guru ekonomi, diharapkan dapat menyampaikan ilmu tersebut kepada anak didiknya, sebagai bentuk edukasi mengenali uang rupiah asli

Sebagaimana peratan perundang-undangan Nomor 7 Tahun 2011, orang yang sengaja merusak uang rupiah, baik dengan cara dipotong, dilipat, dilem dan juga disteples diancam pidana penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Untuk diketahui, sesuai kewenangannya, Bank Indonesia merupakan lembaga Negara yang mengeluarkan alat pembayaran yang sah, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur serta menjaga kelancaran sistem pembayaran. Bank Indonesia sebagai Bank Central Republik Indonesia juga memiliki tugas untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan terpenting menjalankan fungsi sebagai lender ‘of the last resort’. [nng/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar