Hukum & Kriminal

Bhayangkari Pamekasan Dibekali Antisipasi Faham Radikal

Kasat Binmas Polres Pamekasan, AKP Khoirul Anwar (depan) saat memberikan materi bagi anggota Bhayangkari dalam kegiatan bulanan di Gedung Bhayangkara Jl Stadion 81.

Pamekasan (beritajatim.com) – Ratusan anggota Bhayangkari Polres Pamekasan, mendapat arahan dan gemblengan seputar materi antisipasi paham radikal, informasi hoaks serta hate speech di Gedung Bhayangkara Jl Stadion 81, Sabtu (19/10/2019).

Dalam momentum tersebut, para istri polisi di lingkungan Polres Pamekasan mendapat bimbingan dan arahan dari Kasat Binmas Polres Pamekasan, AKP Khoirul Anwar yang diplot sebagai pemateri tunggal dalam kegiatan rutin bulanan khas Bhayangkari.

Bahkan dalam kegiatan tersebut, juga dihariri langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Pamekasan, Rena Teguh Wibowo beserta sejumlah jajaran pengurus pada organisasi perempuan khusus bagi para istri polisi di lingkungan Polres setempat.

Ketua Bhayangkari Cabang Pamekasan, Rena Teguh Wibowo memberikan Cinderamata Bagi Pemateri Kegiatan di Gedung Bhayangkara Polres Pamekasan, Jl Stadion 81.

“Sebenarnya kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang kita gelar setiap bulan, namun bersamaan dengan momentum ini kita kemas dengan tema antisipasi paham radikal, informasi hoax serta ujaran kebencian yang marak di berbagai media sosial,” kata Ketua Bhayangkari, Rena Teguh Wibowo.

Selain itu pihaknya juga mengajak seluruh anggota Bhayangkari di organisasi yang dipimpinnya, agar bersama-sama mengantisipasi berbagai paham radikal serta selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Tidak kalah penting juga kita harus bisa mengantisipasi berbagai berita bohong, terlebih dengan ujaran kebencian di medsos,” harapnya.

Sementara Kasat Binmas Polres Pamekasan, AKP Khoirul Anwar menyampaikan berbagai materi sesuai tema yang disusun dalam kegiatan para istri polisi. “Prinsipnya kita harus memahami secara utuh seputar paham radikal, sekaligus mengantisipasi terhadap paham ini. Tentunya demi tetap menjaga toleransi antar umat beragama, suku, ras, budaya dan lainnya,” jelasnya.

“Tidak kalah penting, fenomena perkembangan IT (Informasi dan Teknologi) saat ini. Kita juga harus bijak bersikap maupun mengomentari berbagai pendapat orang lain di jejaring media sosial, sehingga kedepan kita harus bijak menggunakan media sosial,” imbaunya.

Dari itu, pihaknya juga mengajak para ibu-ibu Bhayangkari untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. “Salah satu wujud dari cinta tanah air adalah menangkal paham radikal, tentunya hal tersebut tidak bisa lepas dari peran serta masyarakat dalam menjaga NKRI,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar