Hukum & Kriminal

Besok, Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Sopir Taksi Online di Menganti

Gresik (beritajatim.com) – Penyidik Satreskrim Polres Gresik berencana menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sopir taksi online yang ditemukan tewas di rumah orang tuanya di Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik, Kamis (4/4/2019) besok.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, rekonstruksi akan digelar dengan menghadirkan tersangka. “Rekontruksi ini untuk melengkapi berkas pemeriksaan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan,” ujarnya, Rabu (3/04/2019).

Korban diketahui adalah Andree Putra Haryono (21) warga yang beralamat KTP asal Kupang Krajan III/42 Sawahan, Surabaya. Andree panggilan akrabnya ditemukan tewas di kamar rumah orang tuanya Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik.

Sementara itu, tersangka dalam kasus ini adalah Fajar Aditya Putra (20) yang masih rekan korban. Tersangka nekat mencuri ponsel dan menghabisi korban karena terlilit utang. Andaru menambahkan, rekontruksi akan dilakukan pagi atau siang hari. Mengenai lokasinya bisa di tempat kejadian perkara (TKP) atau di tempat lain.

Kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi soal utang piutang. Awalnya, tersangka memiliki hutang sebesar Rp 300 ribu kepada korban. Namun sebelum menghabisi korban, tersangka dan korban pergi bersama ke tempat hiburan di Surabaya hingga dini hari.

Setelah melepas penat, kedua orang itu pulang ke rumah orang tua korban di Desa Kepatihan, Menganti, Gresik. Di dalam rumah tersebut, niat jahat tersangka mulai muncul karena hendak mencuri ponsel milik korban.

Tanpa banyak bicara, tersangka langsung menjerat leher korban di ruang kamar tidur lalu kepala korban dipukul dengan benda keras sebanyak tiga kali. Korban langsung terhuyung dan tewas di TKP. Usai membunuh, tersangka mengambil ponsel milik korban beserta sepeda motor Honda Vario. Kemudian motor korban diantar ke NH.

Setelah itu, tersangka menjual motor korban kepada IG (25) warga Jalan Bulak Banteng Madya II Sidotopo, Surabaya seharga Rp 3 juta sehingga yang juga ditetapkan sebagai tersangka selaku penadah. Mereka dijerat pasal 480 KHUP ancaman 4 tahun penjara.

Sementara tersangka utama Fajar Aditya Putra dijerat pasal 365 KHUP, atau 338 KHUP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar