Hukum & Kriminal

Besok, Penyidik Polres Bojonegoro Panggil Terlapor Dugaan Pemotongan Bantuan Sosial

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Hari Poerwanto mengatakan, aduan kasus dugaan pemotongan bantuan sosial yang ada di Desa Jatimulyo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro terus dikembangkan.

“Penyidik telah memeriksa para pelapor dan saksi untuk mencari alat bukti yang lengkap. Besok akan memanggil kepala desa dan RT untuk dimintai keterangan,” ujarnya, Rabu (12/8/2020).

Sementara diketahui, laporan tersebut diajukan ke Mapolres Bojonegoro kemarin. Tiga orang yang merasa dirugikan karena ada pemotongan bantuan sosial itu melapor ke polisi untuk ditindaklanjuti. Warga didampingi penasehat hukum mengadukan kasus tersebut.

Menurut salah seorang pelapor, inisial S, dana bantuan BST yang seharusnya senilai Rp600 ribu, namun hanya disalurkan kepada penerima sebesar Rp400 ribu. “Pemotongan Rp200 ribu yang dilakukan oleh RT katanya untuk pemerataan bagi yang tidak mendapat bantuan,” ujarnya saat di Mapolres Bojonegoro.

Sedangkan untuk penyaluran bantuan sosial berupa BPNT, berupa tujuh karung beras, hanya diterimakan kepada penerima sebanyak dua karung. Sisanya, juga dipotong untuk pemerataan bantuan. Penyaluran BPNT itu dilakukan dengan cara dirapel. “Pemotongan dilakukan sejak tiga bulan terakhir,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro Koso merasa kaget setelah mendengar ada warganya yang melapor ke Mapolres Bojonegoro terkait adanya dugaan pemotongan dalam penyaluran bantuan sosial selama pandemi Covid-19.

“Saya sendiri selama ada bantuan tidak ikut campur, karena sudah diurusi yang di lapangan. Makanya saya sendiri kaget ada warga yang lapor ke polisi,” ujarnya, kemarin.

Koso menambahkan, selama ini kata dia, pihak pemerintah desa sudah melakukan imbauan kepada pelaksana, baik kepala dusun, maupun perangkat desa agar bantuan sosial yang diperuntukkan kepada masyarakat harus disalurkan sesuai dengan ketentuan.

“Kalau dari pemerintah desa sudah menyarankan kepada perangkat desa, kasun dan yang lain jangan ikut campur, kalau sudah ada segera salurkan kepada penerima. Desa juga akan mencari tahu soal laporan warga itu,” terangnya. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar