Hukum & Kriminal

Besok Kejari Gresik Periksa Camat Duduksampeyan

Camat Duduksampeyan Gresik, Suropadi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Gresik.

Gresik (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik besok (15/2) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Camat Duduksampeyan, Suropadi sebagai tersangka kasus penyalahgunaan kewenangan. Kasus ini menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1 miliar.

Kasi Pidsus Kejari Gresik Dimas Adji Wibowo menuturkan, berdasarkan surat panggilan yang sudah dikirim, timnya akan melakukan pemeriksaan tahap awal terkait penyalahgunaan anggaran kecamatan tahun 2017-2019.

“Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Camat Suropadi sendiri sempat mangkir dari pemanggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Pada Rabu (10/2) lalu, Suropadi sempat dipanggil sebagai saksi. Namun, dia mangkir dengan alasan tidak jelas. Bahkan, terdengar kabar bahwa camat berkumis tebal itu terpapar Covid-19,” ujarnya, Minggu (14/02/2021).

Camat Duduksampeyan itu diperiksa kejaksaan berdasarkan hasil audit Inspektorat Pemkab Gresik. Kecamatan Duduksampeyan mendapatkan alokasi anggaran Rp 655 juta untuk menopang kegiatan kecamatan pada APBD 2017. Sementara pada tahun 2018 dan 2019 masing-masing mendapat alokasi anggaran Rp 800 juta.

Namun saat dilakukan pengecekan fisik oleh tim Pidsus Kejari Gresik, Inspektorat Pemkab Gresik, dan Cipta Karya Dinas PU-TR Gresik, sejumlah proyek diduga bermasalah. Saat dilakukan penghitungan, diduga ada kerugian negara.

Pengecekan fisik itu di antaranya taman di depan kantor kecamatan yang menggunakan anggaran sekitar Rp 75 juta, kemudian cek fisik dilakukan di ruang pelayanan (lobby) terkait ukuran luas ruangan, pengadaan perabot ruangan serta pengecekan kanopi di sisi dalam dengan anggaran Rp 30 juta.

Sementara tim penyidik pidana khusus mengantongi bukti, ada pihak ketiga yang membantu pembangunan taman tersebut. Antara lain dari kepala desa maupun dari perusahaan dengan nilai Rp 75 juta rupiah.

“Terkait dengan kasus ini perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan,” kata Dimas Adji Wibowo.

Seperti diketahui track record Camat Suropadi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) terbilang cukup berliku. Misalnya, pada November 2020 lalu, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) resmi menjatuhkan sanksi karena terbukti melanggar netralitas karena ikut mendukung salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pilkada Gresik 2020.

Atas dasar itu, Suropadi berdasarkan KASN nomor 077/K.JI-06/PM.05.02/VII/2020 dijatuhi hukuman disiplin. Yang bersangkutan diketahui mengakomodir kepala desa untuk mendukung salah satu pasangan calon di salah satu rumah makan di daerah Lamongan.

Pada saat kegiatan tersebut, Suropadi juga melakukan sambutan dengan menggunakan atribut kaos bergambar salah satu pasangan calon. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar