Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Beroperasi Siang Hari, Satpol PP Kabupaten Malang Amankan 6 PSK dan 2 Pria Hidung

Malang (beritajatim.com) – Satpol PP Kabupaten Malang mengamankan 2 orang pria hidung belang dan 6 perempuan diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) dalam operasi yang digelar pada Rabu (20/4/2022) siang di wilayah Kecamatan Jabung.

Operasi penyakit masyarakat (pekat) tersebut, bermula dari laporan masyarakat sekitar yang resah pada keberadaan rumah di Dukuh Gentong, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Warga menduga rumah tersebut kerap digunakan sebagai tempat praktik prostitusi.

“Penggrebekan rumah yang disinyalir digunakan sebagai tempat prostitusi. Ada delapan orang yang terjaring, dua pria hidung belang dan enam perempuan diduga sebagai PSK,” ujar Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang.

Berdasarkan informasi, para PSK ini biasanya beroperasi pada siang hari, yakni sekitar pukul 12.00 hingga pukul 16.00 WIB. Dalam sekali kencan, para WTS biasanya mematok harga di kisaran Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

“Ini kan laporannya mereka beroperasi di siang hari, kan sangat tidak pantas dan tidak patut, apalagi ini di bulan Puasa Ramadan. Mereka itu biasanya di atas jam 4 (sore) sudah tidak ada aktifitas (prostitusi) lagi,” terang Firmando.

Sementara itu, ke delapan orang yang terjaring dalam operasi tersebut langsung dibawa ke Kantor Kecamatan Jabung untuk dilakukan pembinaan. Hal tersebut lantaran Pemerintah Kabupaten Malang belum mempunyai rumah rehabilitasi yang khusus untuk membina masyarakat yang terjaring dalam operasi serupa.

“Kita (Pemkab Malang) dalam hal ini Dinsos belum punya semacam rumah rehabilitasi. Jadi kita bawa ke kantor kecamatan Jabung untuk pembinaannya,” imbuh Firmando.

Kedelapan orang tersebut diketahui 1 orang warga Kota Batu dan 7 orang lainnya merupakan warga Kabupaten Malang. Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan bahwa tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Kalau terjaring lagi dengan identitas yang sama, terpaksa akan kami bawa ke Rumah Rehabilitasi milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di Kediri, karena kita tidak punya (rumah rehabilitasi). Sementara kalau dari informasi yang didapat tadi, tidak ada indikasi bahwa yang terjaring adalah pelarian dari tempat prostitusi yang sebelumnya ditertibkan,” beber Firmando.

Sebagai informasi, selain di Desa Argosari, Satpol PP juga meggrebek sebuah rumah di Dusun Gasek wetan, Desa Gading Kembar Kecamatan Jabung yang diduga menjadi tempat praktik serupa. Namun di lokasi ini, petugas tidak mendapati adanya temuan. (yog/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar