Hukum & Kriminal

Berlogo Pohon, Sabu 100 Kg di Surabaya Diduga Jaringan Iran

Satres Narkoba Polrestabes Surabaya saat ungkap 100 kg sabu berlogo pohon dan diguga satu jaringan Sabu dari Iran belum lama ini.

Surabaya (beritajatim.com) – Belum final meski Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan 100 kg narkoba di sebuah apartemen di Surabaya beberapa waktu lalu. Menurut kepolisian melompok jaringan internasional ini merupakan penyelundupan narkotika jenis sabu yang menjadi cirikas khusus.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian menjelaskan, bungkus sabu berlogo khusus yakni pohon. Menurut hasil komunikasi dan koordinasi dengan Polda Metro Jaya serta Bareskrim Mabes Polri, narkoba di Surabaya adalah satu jaringan.

“Dalam pengembangan antara Direktorat Narkoba Polda Jatim dan Polda Metro Jaya dan Bareskrim sabu 100 kg ini satu jaringan. Sebab ada kesamaan logo pembungkus sabu yang diamankan Bareskrim, Polda Metro Jaya dan Polda Jatim melalui Satnarkoba Polrestabes Surabaya ini,” paparnya kepada beritajatim.com, Jumat (29/5/2020).

Lebih lanjut Memo menjelaskan, kerjasama ini merupakan langkah tindak lanjut Mabes Polri untuk memutus jaringan baru peredaran sabu dari Iran ini. Sebab, dalam peredaran ke Indonesia, para pelaku menggunakan jalur dan sistem yang jauh lebih cepat, modern, bersih dan rapi.

Diantaranya perekrutan para gembong narkoba di wilayah provinsi dan kota se-Indonesia. Maka dari itu Polrestabes Surabaya juga masih mendalami adanya keterlibatan bandar narkoba dari dalam lapas.

“Kita akan mendalami keterlibatan napi atau pelaku peredaran narkoba. Sebab jaringan lapas yang direkrut oleh jaringan Iran ini cukup banyak. Di antaranya Lapas Madiun, Sampang, Sidoarjo, dan lapas Porong. Kita sudah amankan 17 orang yang merupakan jaringan IWS. IWS sudah kita tindak tegas terukur jadi kita gak mau jaringan ini terus berkembang,” pungkasnya.

Memo juga menjelaskan, masih ada beberapa pekerjaan rumah terkait jaringan kasus narkoba 100 Kg ini. Hanya saja pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail langkah kepolisian. Sebab sejumlah pelaku masih ‘bergentayangan’ dan mencoba menghilangkan jejak usai transaksi. Tak hanya itu, para pelaku juga menggunakan kode khusus baru yang membuat petugas harus ekstra kerja keras.

“Kita masih terus berjalan mengungkap jaringan baru ini. Sebab saya yakin tak hanya 100 kg yang berhasil kita amankan. Dan masih ada langkah lain yang harus kita pecahkan,” pungkasnya. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar