Hukum & Kriminal

Berlakukan New Normal, BPN Gresik Kejar Target PNBP

Gresik (beritajatim.com) – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik, mulai memberlakukan loket ‘new normal’ serta loket investasi untuk melayani masyarakat serta mengejar target penerimaan negara bukan pajak (BNPB) di tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Kepala BPN Gresik, Asep Heri mengatakan, sejak adanya Covid-19 PNBP di Kantor Pertahanan Gresik mulai April 2020 mengalami penurunan 37 persen. Bahkan, di Mei 2020 penurunannya hingga mencapai 55 persen. Padahal, sebelum pandemi Covid-19 rata-rata PNBP di tempat kami mencapai Rp 1,25 miliar. Namun, dua bulan terakhir ini turun Rp 470 juta.

“Loket New Normal sendiri sebagai penerapan prosedur standar pelayanan pertanahan akan tetap dibuka secara normal dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Dalam prosedur itu, juga ada pembatasan meja akrilik diantara petugas loket dan pemohon,” katanya, Kamis (28/05/2020).

Ia menambahkan, selain mengkedepankan protap tersebut. BPN Gresik juga melakukan perubahan penataan posisi, letak loket untuk menjaga jarak aman 1 hingga 2 meter Termasuk juga perubahan sistem loket layanan pertanahan dengan membatasi jumlah kapasitas pemohon.

“Pemohon yang mengurus tanah wajib menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh, menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, pengambilan nomor antrian dengan aplikasi berbasis online,” imbuhnya.

Selain penerapan loket new normal, BPN juga telah menambah satu loket layanan pertanahan yaitu loket investasi. Loket ini telah dilakukan uji coba selama tiga bulan terakhir mulai awal bulan Maret 2020.

“Keberadaan loket investasi ini untuk percepatan pembangunan ekonomi di Kabupaten Gresik sebagaimana di amanahkan dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan (Gerbangkertosusilo), Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Gresik tumbuh pesat dengan adanya 2 (dua) Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (sepanjang 38,3 km) dan Kawasan Industri Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) Gresik yang tertuang di dalam Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 dengan nilai investasi sebesar Rp. 460,9 triliun,” ungkap Asep Heri.

Sebagai permulaan kata Asep Heri, loket investasi hadir sebagai komitmen pemberian layanan pertanahan bagi badan usaha yang akan berinvestasi di kawasan industri Gresik yang termasuk salah satu Proyek Strategis Nasional sebagaimana tertuang dalam Perpres 56 Tahun 2018 dan menjadí prioritas dalam Rencana Pembangunan Industri Provinsi Jawa Timur,” katanya.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur Heri Santoso menyatakan pihaknya menyambut baik peresmian dua loket ini. “Ini pertama kalinya di Jatim adanya loket new normal dan investasi. Terlebih lagi, pelayanan di Gresik tinggi. Jadi pelayanannya jangan sampai terganggu,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar