Hukum & Kriminal

Berlagak Jadi Pembeli, Pria Asal Jombang Bawa Kabur Motor Tiger

Pelaku penipuan menjalani pemeriksaan di Polsek Mojowarno Jombang, Minggu (28/2/2021). [foto/istimewa]

Jombang (beritajatim.com) – Polsek Mojowarno membekuk Rendi Yoga Pratama (19), warga Dusun Mangorejo, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang. Rendi melakukan penipuan terhadap M Akbar Maulana (21), warga Desa Cukir, Kecamatan Diwek.

Kapolsek Mojowarno AKP Yogas mengatakan, kasus penipuan dan penggelapan itu bermula ketika M Akbar menawarkan sepeda motor Honda Tiger type GL 200 R warna hitam nopol B 6670 SXM melalui media sosial, Sabtu (27/2/2021).

Penawaran itu mendapatkan sambutan. Sejumlah penawar silih barganti di akun facebook milik Akbar. Salah satu penawar itu adalah Rendi. Layaknya pembeli, Rendi juga menawar sepeda motor warna hitam tersebut. Selanjutnya, Rendi dan Akbar melakukan komunikasi lebih intens melalui WhatsApp.

Hingga akhirnya disepakati bahwa sepeda motor tersebut dilepas dengan harga Rp 12 juta. Mereka juga sepakat bahwa pembayaran melalui COD (cash of delivery ) di depan RSK (Rumah Sakit Kristen) Mojowarno. Selanjutnya pada Sabtu (27/2/2021) sekitar pukul 21.50 WIB, keduanya bertemu.

Di situ, Rendi mengajak Akbar ke tempat kost Kartika yang berada di Dusun/Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno. Lagi-lagi, Akbar menuruti. Kepada korban, pelaku mengatakan bahwa ingin mencoba sepeda motor yang henda dibeli itu. Sejurus kemudian, Rendi menghidupkan sepeda motor tersebut. Setelah itu menggebarnya berali-kali, lalu melesat meninggalkan korban sendirian.

Rendi memacu sepeda motor tersebut dengan kecepatan tinggi. Dia menghilang di kegelapan malam. Akbar yang menunggu akhirnya curiga ada yang tidak beres. Dia mengubungi nomor telepon milik Rendi. Namun ponsel pelaku sudah dimatikan. Sadar menjadi korban penipuan, Akbar melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Dari laporan itu, Polsek Mojowarno melakukan penyelidikan. Walhasil, pada Minggu (28/2/2021) sekira pukul 04.30 WIB, pelaku ditangkap di rumahnya berikut barang bukti. “Pelaku dijerat Pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan,” kata Yogas. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar