Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Berkedok Ahli Penglaris, Pria Asal Sumenep Ditangkap Polisi

Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto menyampaikan rilis ungkap kasus penipuan di Gedung Bhayangkara, Jl Stadion 81, Selasa (17/5/2022). [Gambar: Beritajatim.com]

Pamekasan (beritajatim.com) РPelaku kasus penipuan dengan dalih ahli pelaris jualan, inisial AR (36) warga Desa Pragaan Dhaja, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, akhirnya tak berkutik setelah ditangkap  Polres Pamekasan, Sabtu (14/5/2022).

Bahkan pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga sempat melakukan aksi penipuan di sejumlah lokasi lain di kabupaten Pamekasan, di antaranya di kecamatan Pademawu, Pamekasan, Palengaan hingga Kecamatan Proppo.

“Penangkapan tersangka inisial AR ini berdasar laporan dari salah satu korban, ANT (inisial) yang bekerja sebagai penjual nasi goreng di Jl Teja, Kalurahan Jungcancang, Kecamatan Pamekasan. Dalam aksi tersebut, tersangka AR merugikan korban sekitar Rp 10 juta,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto, Selasa (17/5/2022).

Berdasar laporan korban, tersangka membuka perbincangan dengan suami korban, Dul Mukmin di tempat jualan di Jl Teja. Selanjutnya tersangka beraksi dengan menyampaikan keahlian dapat melariskan jualan alias penglaris, korban pun pada akhirnya tergiur.

“Awalnya tersangka AR meminta anting korban, namun dikembalikan kepada korban karena alasan kurang kuat untuk menarik pelanggan. Akhirnya tersangka meminta kalung yang dikenakan korban, si korban tanpa sadar memberikan kalung dan tersangka langsung kabur,” ungkapnya.

Beberapa menit berselang, suami korban Dul Mukmin terkejut dengan kondisi istrinya yang sedang menangis karena sadar sudah tertipu. “Selain kalung yang ditaksir seharga sekitar Rp 10 juta, uang hasil jualan sebesar Rp 150 ribu juga raib dibawa kabur tersangka,” jelasnya.

“Tersangka ini terbilang cukup lihai dan sudah beraksi di beberapa TKP di Pamekasan, mulai dari toko peracangan, penjual es teler di pinggir jalan, tailor (rumah jahit) hingga warung kopi juga tidak luput dari aksi tersangka,” sambung Rogib Triyanto.

Akibat aksi tersebut, tersangka bakal dijerat Pasal 378 dan 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Perkara Penggelapan dan Penipuan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun. [pin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar