Hukum & Kriminal

Berkas Dua Tersangka Pembunuhan Bocah Asal Gresik Belum P21

Dua pelaku kasus pembunuhan di Bukit Jamur Gresik saat menjalani tes kejiwaan di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Gresik (beritajatim.com) – Dua tersangka, yakni MSK (16) dan SNI (15), yang membunuh AAH (13) bocah asal Bungah, Gresik telah menjalani penahanan. Meski begitu, berkas kasus pembunuhan ini belum dinyatakan P21 karena masih ada koreksi dari jaksa.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik Ipda Djoko mengatakan, untuk penanganan kasus tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.

“Berkasnya belum P21 karena masih ada koreksi dari jaksa,” katanya, Kamis (12/11/2020).

Masih menurut Djoko, meski belum P21, dalam waktu dekat berkas kasus pembunuhan yang melibatkan dua remaja masih di bawah umur sudah clear dan tidak ada masalah.

“Insya Allah tidak ada kendala berkas kasus pembunuhan ini. Dalam waktu dekat segera kami kirim ke kejaksaan agar segera diproses sebelum disidangkan,” paparnya.

Sebelumnya, dua pelaku MSK dan SNI telah menjalani tes kejiwaan mental di RS Bhayangkara Polda Jatim. Hasilnya, dari pemeriksaan medis tersebut, kedua pelaku tidak mengalami gangguan mental. Bahkan, saat diperiksa, kedua menjawab layaknya orang normal.

Hal ini juga dibenarkan oleh penasehat hukum kedua pelaku. Yakni, Sulthon, SH. yang terus mengawal serta mendampingi kliennya sampai di persidangan.

“Kami akan dampingi terus mengingat MSK dan SNI masih di bawah umur,” ujarnya.

Seperti diberitakan, AAH dibunuh oleh MSK dan SNI karena faktor cemburu dan jengkel. Korban AAH dibunuh dengan cara dipukul kepalanya dengan balok, sebelum akhirnya kedua tangan serta kakinya diikat lalu dicemburkan ke kubangan Bukit Jamur, Bungah hingga tak bernyawa. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar